Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) bersama Direktur Jenderal Imigrasi resmi meluncurkan teknologi pengawasan terbaru berbasis aplikasi Interpol Global Hit Alert System (I-GHAS 24/7) di Rupattama Mabes Polri, Jakarta.
Sistem kolaboratif ini dirancang untuk memperketat pengawasan di seluruh pintu perlintasan negara dengan menghubungkan data kejahatan secara real-time ke 196 negara anggota Interpol.
āDengan hadirnya I-GHAS 24/7, petugas imigrasi di garis depan kini dapat memverifikasi identitas individu yang terindikasi masuk dalam daftar buronan internasional (Red Notice) atau jaringan kejahatan lintas negara secara jauh lebih cepat dan akurat.
Kolaborasi Cepat dan Akurat di Perbatasan
Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, menyambut positif langkah strategis yang diinisiasi oleh Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri ini. Menurutnya, respons cepat di perbatasan adalah kunci utama pencegahan kejahatan transnasional.
ā”Inisiasi dari Divhubinter untuk membuat I-GHAS 24/7 ini kami sambut dengan sangat baik. Kolaborasi komunikasi yang telah terjalin di daerah-daerah perlintasan kini terhubung melalui sistem yang benar-benar lebih tepat, lebih cepat, dan lebih akurat,” ujar Hendarsam.
āIa menggarisbawahi pentingnya kesamaan visi antara aparat penegak hukum dan petugas imigrasi dalam menjaga kedaulatan serta keamanan nasional.
ā”Komitmen kami bersama, bagaimana kita mempunyai doktrin yang sama dan berorientasi yang sama: Imigrasi untuk rakyat, polisi untuk masyarakat,” tegasnya.
Benteng Cegah Kejahatan Transnasional
Peluncuran I-GHAS 24/7 dihadiri langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dan Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadivhubinter) Polri Irjen Pol Untung Widyamoko.
Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menjelaskan bahwa teknologi ini menjadi terobosan penting untuk menghadapi ancaman kejahatan lintas negara yang semakin kompleks, seperti Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) hingga penyelundupan narkotika.
ā”Ini adalah terobosan yang dilakukan secara kolaboratif antara Polri dan Imigrasi Indonesia. Tentunya ini untuk memperkuat pengawasan buronan internasional dan juga pelaku lintas negara di pintu perlintasan Indonesia,” kata Suyudi.
Melalui sistem ini, petugas perlintasan di lapangan dapat berkoordinasi dan terhubung langsung secara real-time dengan Divhubinter Polri saat mendeteksi adanya indikasi ancaman atau buronan.
āSiap Integrasikan Kecerdasan Buatan (AI) pada 2027
Pengembangan I-GHAS 24/7 tidak berhenti di sini. Platform ini direncanakan akan terus ditingkatkan pada tahun 2027 mendatang melalui integrasi pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) serta pemaduan data biometrik.
Meskipun pengawasan lalu lintas orang di perbatasan akan semakin diperketat, pemerintah menjamin bahwa proses verifikasi yang presisi ini tidak akan mengganggu kenyamanan maupun kelancaran pelayanan keimigrasian bagi masyarakat umum.
