NUSAPUBLIK24 VIRAL
LIVE
November 5, 2026

Trauma Banjir Bandang Menghantui Warga Desa Serang, Unsoed Pasang Alarm Peringatan Bencana

0
WhatsApp Image 2026-11-02 at 11.28.14
Foto: Dok - Jurnalis NusaPublik.com
Bayang-bayang bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, pada Januari 2026...
R
Rossalvia - Reporter NusaPublik ✓ - 📍 Purwokerto, Jawa Tengah
🕒 3 hari lalu
BAGIKAN:

Bayang-bayang bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, pada Januari 2026 masih menyisakan kekhawatiran bagi warga. Mengantisipasi bencana serupa terulang, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) memasang sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) banjir di desa tersebut.

Perangkat yang dipasang Jumat (30/10/2026) ini diharapkan menjadi alarm penyelamat bagi masyarakat ketika hujan deras berpotensi memicu banjir maupun tanah longsor.
Bukan sekadar memasang alat, langkah Unsoed ini menjadi bagian dari upaya membangun desa tangguh bencana. Teknologi tersebut dirancang agar warga memiliki waktu lebih awal untuk meningkatkan kewaspadaan sebelum ancaman bencana datang.

Pemasangan EWS merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat bertajuk Smart Village Tangguh Bencana, yang didukung Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unsoed melalui skema Smart Village.

HARGA SEMBAKOLIVE 04 Nov 2026 22:05
BERASRp15.200/kg▲
CABAIRp42.000/kg▲
MINYAKRp16.000/L●
TELURRp29.000/kg▼
BAWANGRp28.000/kg▲
GULARp14.500/kg●
BERASRp15.200/kg▲
CABAIRp42.000/kg▲
MINYAKRp16.000/L●
TELURRp29.000/kg▼
BAWANGRp28.000/kg▲
GULARp14.500/kg●
BERASRp15.200/kg▲
CABAIRp42.000/kg▲
MINYAKRp16.000/L●
TELURRp29.000/kg▼
BAWANGRp28.000/kg▲
GULARp14.500/kg●
BERASRp15.200/kg▲
CABAIRp42.000/kg▲
MINYAKRp16.000/L●
TELURRp29.000/kg▼
BAWANGRp28.000/kg▲
GULARp14.500/kg●
MARKETS NOWLIVE 01:11 WIB
IHSG7.245+0,82% ▲
BBCA10.150+1,2% ▲
BBRI5.450-0,5% ▼
TLKM3.890+0,3% ▲
BMRI6.725+0,9% ▲
ASII5.200-0,2% ▼
IHSG7.245+0,82% ▲
BBCA10.150+1,2% ▲
BBRI5.450-0,5% ▼
TLKM3.890+0,3% ▲
BMRI6.725+0,9% ▲
ASII5.200-0,2% ▼
IHSG7.245+0,82% ▲
BBCA10.150+1,2% ▲
BBRI5.450-0,5% ▼
TLKM3.890+0,3% ▲
BMRI6.725+0,9% ▲
ASII5.200-0,2% ▼
IHSG7.245+0,82% ▲
BBCA10.150+1,2% ▲
BBRI5.450-0,5% ▼
TLKM3.890+0,3% ▲
BMRI6.725+0,9% ▲
ASII5.200-0,2% ▼

Program ini mengintegrasikan teknologi peringatan dini, edukasi kebencanaan, pelatihan kesiapsiagaan masyarakat, hingga konservasi lahan pertanian di kawasan rawan bencana.
Tim Unsoed yang memasang perangkat tersebut dipimpin Ketua Tim Kesiagaan Bencana Unsoed, Dr. Dyah Susanti, S.P., M.P., bersama Dr. Zaroh Irayani, S.Si., M.Si., dari Divisi Kajian Ilmiah, serta dua mahasiswa.
Pemasangan juga melibatkan masyarakat setempat, mulai dari ketua RT, kelompok tani, hingga komunitas Pemuda Tangguh Bencana. Bahkan, warga telah menyiapkan dudukan instalasi sebelum tim Unsoed tiba di lokasi.

Dr. Dyah Susanti mengatakan, pemasangan EWS merupakan kelanjutan dari pendampingan Unsoed terhadap warga Desa Serang pascabencana awal tahun lalu.
Sebelumnya, saat masa tanggap darurat, Unsoed telah menyalurkan bantuan pelayanan kesehatan, logistik, hingga kebutuhan sanitasi. Kini, pendampingan dilanjutkan melalui penerapan teknologi dan pengetahuan akademik untuk memperkuat mitigasi bencana.

“Kami mencoba memberikan kontribusi dari sisi akademisi maupun teknologi, tidak hanya untuk penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi, tetapi juga untuk mitigasi,” ujar Dyah.

Cara kerja alat ini cukup penting bagi keselamatan warga. EWS akan memantau curah hujan sebagai salah satu indikator potensi banjir dan tanah longsor. Ketika hasil pengukuran mencapai ambang batas yang telah ditentukan, alarm akan berbunyi sebagai peringatan kepada masyarakat sekitar.
Untuk memastikan alat tetap beroperasi saat terjadi gangguan pasokan listrik PLN, perangkat tersebut juga dilengkapi panel surya sebagai sumber energi alternatif.

EWS dipasang di Dusun III atau Kaliurip, Desa Serang, tepatnya di lokasi yang menjadi pusat aktivitas komunitas Pemuda Tangguh Bencana. Lokasi tersebut dipilih dengan mempertimbangkan riwayat dampak bencana sekaligus kemudahan pemantauan dan pengamanan perangkat.
Saat ini, perangkat masih menjalani uji coba selama satu minggu. Pengujian dilakukan untuk memastikan sistem bekerja optimal sesuai kondisi lapangan, termasuk mengukur jangkauan suara alarm ketika hujan deras disertai petir.

Unsoed juga akan mengevaluasi hasil uji coba bersama masyarakat. Setelah itu, anggota Pemuda Tangguh Bencana dan perangkat desa akan mendapatkan pelatihan mengenai mekanisme kerja alat, prosedur penggunaan, serta koordinasi ketika alarm peringatan berbunyi.
Selanjutnya, pengelolaan perangkat direncanakan diserahkan kepada pemerintah desa. Meski demikian, Unsoed tetap membuka ruang pendampingan dan pemantauan secara berkala melalui komunikasi dengan warga.

Dyah berharap keberadaan EWS dapat membuat masyarakat lebih tenang sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana.

“Harapannya, dengan adanya alat ini nantinya warga tidak terlalu panik, tetapi tetap bersiaga,” tuturnya.

Namun, teknologi bukan satu-satunya jawaban untuk menghadapi bencana. Menurut Dyah, kesiapsiagaan harus dibangun bersama melalui kemampuan masyarakat membaca tanda-tanda alam, memahami prosedur penyelamatan diri, serta menyiapkan jalur evakuasi yang aman.

“Persiapan bencana tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Masyarakat perlu bersama-sama membaca tanda-tanda alam, tetap waspada, dan menyiapkan jalur evakuasi yang aman,” pungkasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kawasan hulu dan lereng sebagai daerah penyangga lingkungan. Perlindungan pohon-pohon besar serta penanaman pohon konservasi dan tanaman produktif perlu terus dilakukan untuk menjaga keseimbangan alam.

Sebab, di wilayah rawan bencana, keselamatan warga tidak hanya bergantung pada seberapa cepat alarm berbunyi, tetapi juga pada seberapa baik manusia menjaga alam dan mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan terburuk.

💬 KOMENTAR LIVE - TERHUBUNG GRID DEPAN
Memuat komentar...
Sync otomatis dengan 4-Grid depan • Anti Spam 60 detik •

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PANTAUAN INDONESIA
DASHBOARD →
PANTAUAN INDONESIA
DASHBOARD →