NUSAPUBLIK24 VIRAL
LIVE
November 4, 2026

Ribuan Siswa SMP di Salatiga Ikuti Psikotes Gratis, Bakat dan Minat Dipetakan untuk Masa Depan

0
WhatsApp Image 2026-10-28 at 10.24.51
Foto: Dok - Jurnalis NusaPublik.com
  Sebanyak 4.463 siswa sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Salatiga mengikuti psikotes gratis untuk mengenali potensi diri,...
Yulianto - Reporter NusaPublik βœ“ - πŸ“ Kota Salatiga
πŸ•’ 7 hari lalu
BAGIKAN:

 

Sebanyak 4.463 siswa sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Salatiga mengikuti psikotes gratis untuk mengenali potensi diri, memetakan bakat dan minat, serta menentukan arah pendidikan sesuai kemampuan masing-masing.

Program yang digelar MAVI bekerja sama dengan Biro Beehive Psikologi tersebut berlangsung selama tiga hari, 27–29 Oktober 2026. Kegiatan menyasar siswa kelas VII dan IX di sejumlah SMP di Kota Salatiga.

HARGA SEMBAKOLIVE 04 Nov 2026 00:29
BERASRp15.200/kgβ–²
CABAIRp42.000/kgβ–²
MINYAKRp16.000/L●
TELURRp29.000/kgβ–Ό
BAWANGRp28.000/kgβ–²
GULARp14.500/kg●
BERASRp15.200/kgβ–²
CABAIRp42.000/kgβ–²
MINYAKRp16.000/L●
TELURRp29.000/kgβ–Ό
BAWANGRp28.000/kgβ–²
GULARp14.500/kg●
BERASRp15.200/kgβ–²
CABAIRp42.000/kgβ–²
MINYAKRp16.000/L●
TELURRp29.000/kgβ–Ό
BAWANGRp28.000/kgβ–²
GULARp14.500/kg●
BERASRp15.200/kgβ–²
CABAIRp42.000/kgβ–²
MINYAKRp16.000/L●
TELURRp29.000/kgβ–Ό
BAWANGRp28.000/kgβ–²
GULARp14.500/kg●
MARKETS NOWLIVE 01:20 WIB
IHSG7.245+0,82% β–²
BBCA10.150+1,2% β–²
BBRI5.450-0,5% β–Ό
TLKM3.890+0,3% β–²
BMRI6.725+0,9% β–²
ASII5.200-0,2% β–Ό
IHSG7.245+0,82% β–²
BBCA10.150+1,2% β–²
BBRI5.450-0,5% β–Ό
TLKM3.890+0,3% β–²
BMRI6.725+0,9% β–²
ASII5.200-0,2% β–Ό
IHSG7.245+0,82% β–²
BBCA10.150+1,2% β–²
BBRI5.450-0,5% β–Ό
TLKM3.890+0,3% β–²
BMRI6.725+0,9% β–²
ASII5.200-0,2% β–Ό
IHSG7.245+0,82% β–²
BBCA10.150+1,2% β–²
BBRI5.450-0,5% β–Ό
TLKM3.890+0,3% β–²
BMRI6.725+0,9% β–²
ASII5.200-0,2% β–Ό

Pada hari pertama, Selasa (27/10/2026), psikotes dijadwalkan berlangsung di SMP Negeri 1, SMP Negeri 2, SMP Negeri 3, dan SMP Negeri 4 Salatiga.

Ketua Harian MAVI, Anggit K. Wisuda, mengatakan psikotes bagi siswa kelas VII difokuskan pada pemetaan bakat, minat, serta kecenderungan metode belajar. Hasilnya diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi guru bimbingan dan konseling (BK) serta orang tua dalam mendampingi perkembangan siswa.

Sementara itu, psikotes bagi siswa kelas IX lebih diarahkan untuk mengenali minat dan kecenderungan pilihan pendidikan lanjutan, baik ke sekolah menengah atas (SMA) maupun sekolah menengah kejuruan (SMK).

Menurut Anggit, pengenalan potensi sejak dini penting agar siswa tidak hanya menjadikan nilai akademik sebagai pertimbangan dalam menentukan jenjang pendidikan berikutnya.

Ia menambahkan, MAVI memiliki keterkaitan dengan pendidikan vokasi. Karena itu, SMK dapat menjadi salah satu pilihan pendidikan lanjutan apabila sesuai dengan minat dan potensi siswa.

β€œHarapannya ini menjadi pemetaan,” ujar Anggit.

Anggit menegaskan, hasil psikotes tidak boleh berhenti pada pelaksanaan tes. Hasil tersebut perlu dibahas bersama pihak sekolah dan keluarga agar dapat dimanfaatkan sebagai dasar pendampingan siswa.

Dalam pelaksanaannya, orang tua juga dilibatkan dengan mengisi tes sebagai bahan pembanding terhadap hasil yang diperoleh siswa.

Melalui pendekatan tersebut, sekolah dan keluarga diharapkan mendapatkan gambaran lebih menyeluruh mengenai kecenderungan, minat, serta potensi anak.

β€œHarapannya bisa klop, orang tua pengennya apa, siswanya bagaimana,” kata Anggit.

Hasil psikotes nantinya diberikan kepada siswa dalam bentuk sertifikat digital. Sementara itu, guru akan memperoleh rangkuman hasil untuk kebutuhan pemetaan kelas, sedangkan guru BK mendapatkan gambaran lebih menyeluruh mengenai kecenderungan siswa di sekolah masing-masing.

Informasi tersebut diharapkan membantu guru BK menyusun pola pendampingan yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa.

Anggit menyebutkan, berdasarkan data yang diterima MAVI, jumlah peserta yang terdaftar mencapai 4.463 siswa. Seluruh rangkaian kegiatan direncanakan selesai dalam tiga hari sesuai jadwal yang telah disusun.

Salah satu peserta, Antariksa Nata Adi, siswa kelas VII SMP Negeri 1 Salatiga, mengaku cukup mudah mengerjakan tes IQ serta tes minat dan bakat yang diikutinya.

Menurut Antariksa, soal tes IQ memiliki tingkat kesulitan yang beragam. Beberapa soal terasa mudah, sedangkan soal lainnya membutuhkan ketelitian untuk menemukan pola yang tepat.

β€œAlhamdulillah mudah,” ujar Antariksa saat ditanya mengenai tingkat kesulitan tes tersebut.

Ia menjelaskan, soal tes IQ antara lain berkaitan dengan pola, seperti menentukan gambar yang tidak sesuai serta memperkirakan pola berikutnya.

Sementara itu, tes minat dan bakat yang dikerjakannya terdiri atas sekitar 72 soal, meskipun ia mengaku tidak mengingat jumlah pastinya.

Melalui tes tersebut, Antariksa mengaku mulai memahami minat yang dimilikinya. Salah satu bidang yang menarik perhatiannya adalah public speaking atau kemampuan berbicara di depan umum.

Pengalaman mengikuti tes psikologi tersebut bukan kali pertama baginya. Antariksa mengaku pernah mengikuti tes serupa sebelumnya.

Untuk persiapan, ia tidak melakukan latihan khusus. Kebiasaannya bermain gim yang mengasah logika menjadi salah satu aktivitas yang dilakukannya di rumah.

Ketua Dewan Pendidikan Kota Salatiga periode 2026–2031, Dr. H. Sugiman, B.Sc., M.Si., mengapresiasi pelaksanaan psikotes gratis tersebut.

Menurut Sugiman, kegiatan ini dapat membantu orang tua dan sekolah mengenali potensi siswa secara lebih terarah. Ia menilai kemampuan anak tidak selalu tercermin dari prestasi akademik.

Sebagian siswa, kata dia, mungkin memiliki keunggulan dalam bidang keterampilan maupun kemampuan lain yang perlu dikenali dan dikembangkan.

Karena itu, hasil psikotes diharapkan menjadi salah satu bahan pertimbangan bagi guru dalam menentukan pendekatan pembelajaran serta pengembangan potensi siswa.

Sugiman juga mengapresiasi dukungan Dinas Pendidikan Kota Salatiga terhadap pelaksanaan program tersebut.

Ia berharap, perhatian terhadap kondisi psikologis tidak hanya diberikan kepada siswa. Pada kesempatan mendatang, kondisi psikologis guru juga perlu mendapat perhatian.

Menurutnya, tuntutan pekerjaan dan perkembangan zaman dapat menjadi beban tersendiri bagi tenaga pendidik. Kondisi psikologis guru perlu diperhatikan karena dapat berkaitan dengan proses pembelajaran di sekolah.

Dengan pemetaan potensi siswa dan pendampingan yang tepat, program psikotes gratis ini diharapkan membantu sekolah dan keluarga menentukan langkah pengembangan pendidikan anak sesuai bakat, minat, dan kemampuannya.

πŸ’¬ KOMENTAR LIVE - TERHUBUNG GRID DEPAN
Memuat komentar...
Sync otomatis dengan 4-Grid depan β€’ Anti Spam 60 detik β€’

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PANTAUAN INDONESIA
DASHBOARD β†’
PANTAUAN INDONESIA
DASHBOARD β†’