Perkuat Pengawasan, Karantina Kalbar Bersinergi dalam Operasi Gabungan TIMPORA di Jagoi Babang
Pengawasan di wilayah perbatasan bukan hanya tentang menjaga mobilitas orang, tetapi juga melindungi wilayah Indonesia dari berbagai potensi ancaman yang dapat masuk melalui jalur lintas batas. Semangat inilah yang diwujudkan melalui kegiatan patroli dan Operasi Gabungan Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) Wilayah Perbatasan IndonesiaβMalaysia di Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang.
Karantina Kalimantan Barat melalui Satuan Pelayanan PLBN Jagoi Babang hadir dalam kegiatan ini bersama instansi terkait seperti, Kantor Imigrasi Singkawang, unsur CIQS di PLBN Jagoi Babang, serta Satgas Pamtas Yonarmed 19/Bogani. Kolaborasi lintas instansi ini menjadi wujud nyata penguatan koordinasi dan sinergi dalam menjaga keamanan serta ketertiban di kawasan perbatasan negara.
“Bagi Karantina, pengawasan bersama ini juga memiliki peran strategis dalam mencegah masuknya media pembawa Hama dan Penyakit Hewan Karantina (HPHK), Hama dan Penyakit Ikan Karantina (HPIK), serta Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) melalui jalur tidak resmi. Pengawasan tersebut merupakan langkah preventif untuk melindungi sumber daya hayati Indonesia dari ancaman hama dan penyakit yang dapat berdampak pada sektor pertanian, peternakan, perikanan, serta kelestarian lingkungan,” ujar Noval Isnaeni selaku Penanggung Jawab Satpel PLBN Jagoi Babang, Kamis 22 Oktober 2026.
Melalui patroli dan operasi gabungan ini, setiap instansi memperkuat peran dan tanggung jawabnya sesuai kewenangan masing-masing. Sinergi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kewaspadaan, memperkuat pertukaran informasi, serta mendukung pelaksanaan pengawasan perbatasan yang lebih terpadu dan efektif.
Bersama menjaga perbatasan, Karantina Kalbar di Satpel PLBN Jagoi Babang berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi lintas instansi demi mencegah masuknya ancaman biologis dari luar wilayah Indonesia serta mendukung pelindungan sumber daya hayati nasional.

