NUSAPUBLIK24 VIRAL
LIVE
November 4, 2026

Kebakaran Hanguskan Aula Ponpes Annur Sumedang, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta

0
WhatsApp Image 2026-10-18 at 15.41.06
Foto: Dok - Jurnalis NusaPublik.com
Kebakaran melanda Pondok Pesantren (Ponpes) Annur yang berada di Kelurahan Situ, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat,...
Aang AN - Reporter NusaPublik βœ“ - πŸ“ Kabupaten Sumedang
πŸ•’ 2 minggu lalu
BAGIKAN:

Kebakaran melanda Pondok Pesantren (Ponpes) Annur yang berada di Kelurahan Situ, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Minggu (18/10/2026) siang. Api menghanguskan bangunan aula beserta sejumlah perlengkapan di dalamnya.

Dalam rekaman video amatir yang beredar, kobaran api terlihat membesar dan dengan cepat melalap bagian aula pesantren. Sejumlah warga bersama santri berupaya menyelamatkan barang-barang yang masih bisa dievakuasi sebelum api semakin meluas.

Menerima laporan, petugas gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Sumedang, BPBD, TNI, dan Polri mendatangi lokasi untuk melakukan pemadaman. Api membakar berbagai perlengkapan di dalam aula, termasuk meja, lemari dan bangku berbahan kayu.

HARGA SEMBAKOLIVE 04 Nov 2026 01:58
BERASRp15.200/kgβ–²
CABAIRp42.000/kgβ–²
MINYAKRp16.000/L●
TELURRp29.000/kgβ–Ό
BAWANGRp28.000/kgβ–²
GULARp14.500/kg●
BERASRp15.200/kgβ–²
CABAIRp42.000/kgβ–²
MINYAKRp16.000/L●
TELURRp29.000/kgβ–Ό
BAWANGRp28.000/kgβ–²
GULARp14.500/kg●
BERASRp15.200/kgβ–²
CABAIRp42.000/kgβ–²
MINYAKRp16.000/L●
TELURRp29.000/kgβ–Ό
BAWANGRp28.000/kgβ–²
GULARp14.500/kg●
BERASRp15.200/kgβ–²
CABAIRp42.000/kgβ–²
MINYAKRp16.000/L●
TELURRp29.000/kgβ–Ό
BAWANGRp28.000/kgβ–²
GULARp14.500/kg●
MARKETS NOWLIVE 04:46 WIB
IHSG7.245+0,82% β–²
BBCA10.150+1,2% β–²
BBRI5.450-0,5% β–Ό
TLKM3.890+0,3% β–²
BMRI6.725+0,9% β–²
ASII5.200-0,2% β–Ό
IHSG7.245+0,82% β–²
BBCA10.150+1,2% β–²
BBRI5.450-0,5% β–Ό
TLKM3.890+0,3% β–²
BMRI6.725+0,9% β–²
ASII5.200-0,2% β–Ό
IHSG7.245+0,82% β–²
BBCA10.150+1,2% β–²
BBRI5.450-0,5% β–Ό
TLKM3.890+0,3% β–²
BMRI6.725+0,9% β–²
ASII5.200-0,2% β–Ό
IHSG7.245+0,82% β–²
BBCA10.150+1,2% β–²
BBRI5.450-0,5% β–Ό
TLKM3.890+0,3% β–²
BMRI6.725+0,9% β–²
ASII5.200-0,2% β–Ό

Pengasuh Ponpes Annur, Hasul Milah Zainul Haq menuturkan, api pertama kali diketahui oleh sejumlah santri yang tinggal di lingkungan pesantren. Menurutnya, titik awal kebakaran diduga berasal dari area perkebunan bambu di belakang bangunan.

“Api awalnya ditemukan oleh sebagian anak yang tinggal di sini, dari arah belakang, di area perkebunan bambu. Kemudian api merembet dengan cepat karena kondisi cuaca panas dan angin yang cukup kencang,” kata Hasul.

Ia menjelaskan, kobaran api pertama kali terlihat di bagian atas kamar mandi yang berada di belakang bangunan. Keberadaan pohon bambu di sekitar lokasi diduga turut mempercepat perambatan api hingga mencapai aula pesantren.

“Awal yang terbakar di atas kamar mandi yang di belakang.
Kebetulan kan ada pohon bambu langsung,” katanya.

Luas area bangunan yang terdampak kebakaran diperkirakan lebih dari 100 meter persegi. Sementara itu, berbagai perlengkapan yang tersimpan di dalam aula tidak berhasil diselamatkan.

Barang-barang yang terbakar meliputi peralatan pengajian, lemari, miniatur kereta kencana, sound system, serta karpet. Bagian atap bangunan juga mengalami kerusakan parah akibat dilalap api.

“Didalam aula terdapat alat-alat pengajian, terus lemari-lemari, ada kereta kencana juga miniaturnya. Terus ada juga alat-alat sound system, karpet habis semua terbakar,” tambahnya.

Saat kebakaran terjadi, para santri sempat berusaha memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena kobaran api semakin besar dan angin mempercepat penyebarannya.

“Anak-anak sempat berusaha memadamkan api dengan peralatan manual menggunakan ember seadanya. Namun, karena anginnya begitu kencang, api akhirnya tidak bisa dikendalikan,” katanya.

Meski bangunan aula mengalami kerusakan berat, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Pihak pesantren memperkirakan total kerugian materiil mencapai sekitar Rp800 juta.

Sementara itu, Danru 1 Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Sumedang, Nugraha Ajang Sopian mengatakan, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala, terutama karena sumber air berada cukup jauh dari lokasi kebakaran.

“Unit yang dikerahkan dari Damkar dua, dan satu dari BPBD,” kata Nugraha.

Selain keterbatasan akses terhadap sumber air, kondisi peralatan, termasuk sejumlah selang berukuran kecil yang mengalami kebocoran, turut menjadi hambatan dalam proses pemadaman.

Menurut Nugraha, petugas membutuhkan waktu lebih dari satu jam untuk mengendalikan kobaran api. Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melanjutkan penanganan dengan melakukan proses pendinginan guna memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

“Proses pemadamannya satu jam lebih. Kalau sekarang lagi proses pendinginan, api sudah terkendali,” pungkasnya.

πŸ’¬ KOMENTAR LIVE - TERHUBUNG GRID DEPAN
Memuat komentar...
Sync otomatis dengan 4-Grid depan β€’ Anti Spam 60 detik β€’

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PANTAUAN INDONESIA
DASHBOARD β†’
PANTAUAN INDONESIA
DASHBOARD β†’