Salah satu kaum intelektual Mimika, Lazarus Bugaleng, menyatakan dukungannya terhadap program Pemerintah Kabupaten Mimika dalam melakukan penertiban wilayah perkotaan. Menurut dia, kebijakan tersebut merupakan langkah awal untuk membangun tata kota yang lebih tertib sekaligus mendorong kemajuan daerah menuju visi Mimika Emas.
Lazarus menilai, penertiban kota tidak semestinya hanya dipandang sebagai tindakan pemerintah dalam menegakkan aturan. Lebih dari itu, kebijakan tersebut merupakan bagian dari proses pembangunan jangka panjang yang membutuhkan perencanaan, konsistensi, serta keberanian dalam mengambil keputusan.
āPada prinsipnya saya mendukung program-program pemerintah karena setiap kebijakan tentu memiliki tujuan yang jelas bagi kemajuan daerah. Penertiban kota merupakan salah satu langkah awal menuju Mimika yang lebih maju,ā kata Lazarus dalam keterangannya.
Ia berpendapat, setiap program pemerintah berskala besar seharusnya telah melalui proses perencanaan dan pertimbangan matang, termasuk memperhitungkan berbagai konsekuensi positif maupun negatif. Karena itu, pelaksanaannya perlu didasarkan pada landasan hukum yang jelas.
Menurut Lazarus, penegakan hukum harus mengedepankan prinsip kejelasan, ketegasan, kepastian, dan keadilan. Pemerintah juga perlu memastikan bahwa setiap kebijakan yang berdampak terhadap masyarakat disertai solusi dan pendekatan yang tepat.
Ia juga mengingatkan kalangan intelektual dan tokoh masyarakat agar tidak hanya tampil membela kelompok masyarakat yang terdampak kebijakan, tetapi turut memberikan pemahaman mengenai aturan dan tujuan pembangunan.
āBela masyarakat kecil itu penting. Namun, kita juga harus memberikan edukasi agar masyarakat memahami aturan dan melihat dampak jangka panjang dari suatu kebijakan. Jangan hanya melihat kepentingan sesaat, tetapi perlu mempertimbangkan efek domino terhadap kemajuan daerah,ā ujarnya.
Lazarus menekankan, dukungan terhadap masyarakat kecil harus berjalan beriringan dengan pemahaman mengenai prinsip good governance atau tata kelola pemerintahan yang baik. Menurut dia, kaum intelektual memiliki tanggung jawab memberikan pandangan yang objektif, kritis, dan konstruktif terhadap setiap kebijakan pemerintah.
Di sisi lain, ia meminta Pemerintah Kabupaten Mimika agar tetap mengedepankan komunikasi, sosialisasi, serta pendekatan humanis dalam menjalankan program penertiban. Pemerintah juga perlu memastikan masyarakat yang terdampak memperoleh penjelasan dan solusi sesuai ketentuan hukum.
Lazarus menilai, kemajuan sebuah daerah tidak akan terwujud apabila pemerintah selalu ragu mengambil langkah besar. Pembangunan membutuhkan keberanian untuk memulai perubahan, termasuk dalam penataan kawasan perkotaan dan pembangunan fasilitas publik.
Ia mencontohkan pembangunan monumen, pusat pelayanan publik (public center), aset-aset strategis daerah, serta penataan tata kota sebagai bagian dari investasi jangka panjang yang dapat memperkuat identitas dan kemajuan Kabupaten Mimika.
āKapan suatu daerah bisa maju jika kita tidak berani memulai, tidak berpikir besar, dan tidak melakukan hal-hal besar? Pembangunan membutuhkan visi jangka panjang dan keberanian untuk melakukan perubahan,ā tuturnya.
Lazarus berharap pemerintah daerah tetap konsisten menjalankan program pembangunan sesuai visi dan misi pimpinan daerah, dengan tetap berpegang pada aturan hukum, keadilan, serta kepentingan masyarakat secara luas.
Menurut dia, Mimika Emas tidak cukup hanya menjadi slogan pembangunan. Visi tersebut harus diwujudkan melalui kebijakan nyata, perencanaan yang matang, penegakan aturan yang adil, dan keberanian membangun fondasi kemajuan daerah untuk generasi mendatang.
