Rakor Virtual Bersama Ketum PKB Gus Muhaimin
Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Jawa Timur mengeluarkan instruksi resmi yang mewajibkan seluruh jajaran pengurus DPC serta Anggota Fraksi PKB DPRD Kabupaten/Kota untuk mengikuti Rapat Koordinasi dan Konsolidasi bersama Ketua Umum DPP PKB, Gus Muhaimin, secara virtual yang digelar pada Senin, 2 November 2026.
Salah satu peserta yang aktif mengikuti agenda penting tersebut adalah Nurhudana, anggota Fraksi PKB DPRD Kota Probolinggo. Rapat koordinasi ini sendiri diikuti oleh seluruh pimpinan partai di berbagai tingkatan serta seluruh anggota Fraksi PKB mulai dari tingkat pusat (RI) hingga kabupaten/kota.
Dalam arahannya, Ketua Umum DPP PKB Gus Muhaimin menekankan agar kader PKB wajib belajar dan mendalami konsep Sosialisme Islam serta mengkaji buku-buku pemikiran, khususnya karya HOS Cokroaminoto dan Ali Syariati. Langkah ini dinilai sebagai haluan utama agar PKB tidak terjerembab dalam kegagalan-kegagalan politik di masa lalu.
“Gus Ketum menginstruksikan kepada seluruh kader PKB agar wajib belajar mendalami konsep Sosialisme Islam, serta mengkaji buku HOS Cokroaminoto dan buku Ali Syariati. Ini menjadi jalan utama bagi PKB agar tidak terjerembab dalam langkah kegagalan-kegagalan yang sudah terjadi,” ujar Nurhudana saat memberikan keterangan.
Selain penguatan ideologis, Nurhudana menyampaikan bahwa Gus Ketum juga memerintahkan agar setiap tema dan isu yang berkembang di tengah masyarakat dibahas serta didiskusikan secara mendalam bersama tokoh masyarakat, para aktivis, hingga pemikir kritis di level daerah.
“Kita diminta untuk mendiskusikan tema-tema yang berkembang bersama tokoh masyarakat, para aktivis, dan para pemikir kritis hingga di level daerah. Tujuannya agar kita memahami substansinya dengan baik, sehingga PKB bisa terus berkembang semakin besar,” tambahnya.
Tidak hanya fokus pada diskursus intelektual dan ideologi partai, arahan strategis lainnya yang ditekankan oleh Ketua Umum DPP PKB adalah instruksi untuk mengevaluasi, memperbaiki, serta menjaga konsistensi dan intensitas penggunaan media sosial bagi kader PKB di seluruh tingkatan.
“Perintah yang tidak kalah penting adalah agar setiap kader memperbaiki dan mengevaluasi media sosial masing-masing, serta menjaga intensitas ber-sosmed bagi seluruh kader PKB di semua tingkatan,” pungkas Nurhudana
