
Sebanyak 81 atraktor cumi ditenggelamkan di perairan Rambak, Sungailiat, Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung. Atraktor tersebut ditempatkan sekitar satu mil dari bibir pantai sebagai upaya meningkatkan hasil tangkapan nelayan sekaligus menghemat biaya operasional melaut.
Penenggelaman dilakukan oleh nelayan di kawasan Pantai Tambak Udang, Perairan Rambak. Program tersebut terlaksana melalui kolaborasi nelayan, PT Timah Tbk, dan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HSNI) Kabupaten Bangka.
Ketua DPC HSNI Kabupaten Bangka, Lukman, mengatakan pembuatan dan penenggelaman atraktor cumi itu merupakan kegiatan pertama yang dilakukan di wilayah tersebut.
“Pembuatan atraktor cumi ini merupakan yang pertama kali dilakukan di wilayah tersebut,” kata Lukman.
Atraktor dibuat secara gotong royong oleh para nelayan. Setelah dirakit, alat tersebut diangkut menggunakan perahu untuk kemudian ditenggelamkan di dasar perairan.
Atraktor cumi merupakan struktur sederhana yang berfungsi menarik cumi-cumi untuk datang, berlindung, dan berkembang biak. Keberadaannya diharapkan menciptakan titik kumpul cumi-cumi yang lebih dekat dan mudah dijangkau nelayan.
Dengan adanya atraktor tersebut, nelayan diharapkan tidak perlu melaut terlalu jauh untuk mencari lokasi berkumpulnya cumi-cumi. Kondisi itu dapat menghemat waktu pencarian serta mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (BBM).
Selain membantu meningkatkan peluang hasil tangkapan, atraktor tersebut dirancang untuk mendukung keberlanjutan sumber daya laut. Struktur yang ditempatkan di dasar perairan dapat menjadi tempat berlindung sekaligus area pemijahan cumi-cumi secara alami.
Lukman menyebut keberadaan atraktor diharapkan memberikan manfaat bagi nelayan, terutama dalam meningkatkan produktivitas penangkapan dan menekan biaya operasional. Namun, jumlah nelayan penerima manfaat dari program tersebut belum dirinci.
Waktu penenggelaman atraktor juga belum disebutkan dalam informasi yang tersedia. Para nelayan berharap program tersebut dapat meningkatkan hasil tangkapan sekaligus menjaga keberlangsungan populasi cumi-cumi di perairan Bangka dalam jangka panjang.











