Ketua Kalwedo Victor Warint Ajak Warga Maluku Barat Daya Bersatu Bangun Mimika
Ketua terpilih Kerukunan Keluarga Besar Kalwedo, Pdt. Victor Warint, S.Th., mengajak seluruh warga masyarakat Maluku Barat Daya yang bermukim di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, untuk memperkuat persatuan dan kesatuan serta berperan aktif dalam pembangunan daerah.
Menurut Victor, Mimika merupakan daerah yang dihuni masyarakat dari beragam suku, bahasa, budaya, dan adat istiadat. Keberagaman tersebut harus menjadi kekuatan untuk membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis, damai, dan saling menghormati.
Ia menegaskan, warga Maluku Barat Daya yang tergabung dalam keluarga besar Kalwedo memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan melestarikan adat istiadat serta nilai-nilai budaya leluhur, meskipun hidup jauh dari tanah asal.
“Sebagai warga Maluku Barat Daya yang tinggal di Bumi Amungsa, Tanah Mimika, kita harus menjaga adat istiadat dan melestarikan budaya kita. Namun, pada saat yang sama, kita juga harus menghormati budaya masyarakat lain yang hidup bersama kita,” demikian pesan yang disampaikan dalam ajakan persatuan tersebut.
Victor menilai, kerukunan tidak cukup hanya dibangun melalui nama organisasi atau kegiatan seremonial. Persatuan harus diwujudkan dalam tindakan nyata, seperti saling mendukung, menjaga komunikasi, menyelesaikan perbedaan melalui musyawarah, dan bekerja bersama demi kepentingan seluruh warga.
Menurut dia, tanpa persatuan dan kesatuan, hubungan kekeluargaan yang selama ini menjadi landasan Kerukunan Keluarga Besar Kalwedo dapat melemah. Karena itu, seluruh anggota diharapkan mengesampingkan perbedaan dan mengutamakan kepentingan bersama.
Momentum 32 Tahun untuk Menyatukan Kalwedo
Senada dengan itu, Ketua Rayon II Adpay Selwur meminta pengurus Kerukunan Keluarga Besar Kalwedo di bawah kepemimpinan yang baru menjadikan momentum 32 tahun sebagai kesempatan untuk memperbaiki hubungan, membangun kembali kepercayaan, dan memperkuat solidaritas antarrayon.
Ia berharap, perjalanan panjang organisasi selama 32 tahun menjadi bahan refleksi bagi seluruh warga. Berbagai kisah dan perbedaan pada masa lalu hendaknya tidak terus menjadi penghalang untuk melangkah bersama menuju masa depan yang lebih baik.
“Momentum 32 tahun ini harus menjadi titik untuk mengakhiri perbedaan dan melupakan kisah-kisah masa lalu yang memisahkan kita. Mari bergandengan tangan, mulai dari Rayon I hingga Rayon V, untuk membangun Kalwedo yang bersatu, damai, aman, dan sejahtera di Kabupaten Mimika,” demikian pesan Ketua Rayon II Adpay Selwur.
Ia juga berharap kepengurusan baru mampu merangkul seluruh rayon tanpa membedakan latar belakang maupun kelompok. Kepemimpinan organisasi, menurut dia, harus menjadi ruang pemersatu bagi seluruh keluarga besar Kalwedo.
Kebersamaan tersebut dinilai penting agar organisasi tidak hanya menjadi wadah berkumpul, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi anggotanya dan masyarakat sekitar.
Merawat Budaya, Memperkuat Persaudaraan
Persatuan warga Kalwedo juga diharapkan menjadi bagian dari upaya menjaga keharmonisan sosial di Mimika. Sebagai daerah yang memiliki keberagaman masyarakat, pembangunan tidak hanya membutuhkan dukungan pemerintah, tetapi juga partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
Warga Maluku Barat Daya diharapkan terus menjaga identitas budaya dan adat istiadatnya, sekaligus membangun hubungan yang baik dengan masyarakat Amungme, Kamoro, dan berbagai kelompok masyarakat lainnya yang hidup di Kabupaten Mimika.
Semangat persaudaraan tersebut menjadi modal penting untuk menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan sejahtera.
Dengan kepemimpinan baru dan momentum 32 tahun perjalanan organisasi, Kerukunan Keluarga Besar Kalwedo diharapkan mampu membuka lembaran baru, memperkuat hubungan antarrayon, serta menumbuhkan semangat gotong royong.
Pada akhirnya, persatuan bukan sekadar slogan, melainkan komitmen yang harus diwujudkan melalui sikap saling menghargai dan tindakan nyata. Dari persatuan itulah, warga Kalwedo diharapkan dapat terus menjaga warisan leluhur sekaligus berkontribusi bagi kemajuan Kabupaten Mimika, tanah tempat mereka hidup dan membangun masa depan bersama.
