
Kaset pita atau musik analog masih digemari sebagian masyarakat sebagai media bernostalgia mendengarkan musik dengan perangkat tape maupun walkman. Salah satu penggemar musik analog, Agus, warga Kecamatan Sekayam, wilayah perbatasan RI-Malaysia, mengaku masih mengoleksi kaset pita meski kini semakin sulit mendapatkan kaset dengan kondisi yang baik.
“Saya memiliki kurang lebih 190 keping pita kaset, dari berbagai genre musik saat itu. Untuk pemutarnya menggunakan walkman, karena pita kaset hanya bisa didengar menggunakan pemutar kaset yang dikenal tape,” kata Agus di Sekayam, Jumat 2 Oktober 2026.
Ia mengungkapkan, koleksi kaset pita yang dimilikinya berasal dari berbagai genre musik yang sudah dia kumpulkan sejak lama. Namun saat ini, ia mengaku kesulitan untuk mengumpulkan kaset pita karena sudah jarang digunakan secara umum.
“Sekarang sudah jarang yang memiliki kaset pita, terkecuali para kolektor,” ungkapnya.
Agus menyampaikan, dirinya harus pergi ke pasar barang antik untuk mendapatkan kaset pita dari musisi yang ia inginkan. Namun, baginya mencari dan mendapatkan kaset pita keinginannya memiliki kepuasan tersendiri.
“Kaset pita masih bisa didapatkan di pasar-pasar khusus yang menjual barang-barang jadul dan klasik,” ujarnya.
Ia menuturkan, ketertarikannya terhadap kaset pita bukan hanya karena musik yang tersimpan di dalamnya, tetapi juga karena bentuk fisik dan perangkat pemutarnya memiliki nilai nostalgia. Menurutnya, mendengarkan musik melalui kaset memberikan pengalaman tersendiri karena pendengar harus memasukkan pita, memutar perangkat, serta mengganti kaset ketika ingin mendengarkan album atau lagu lainnya.
Bagi Agus, koleksi kaset pita menjadi cara untuk mempertahankan salah satu bentuk teknologi musik yang pernah populer sebelum masyarakat beralih ke format digital. Ia berharap keberadaan kaset dan perangkat pemutarnya tetap dikenal, terutama oleh generasi muda yang selama ini lebih akrab dengan layanan musik digital.











