Diserang Hama Sundep, Petani Masih Untung Berkat Tingginya Harga Gabah
Panen musim tanam ketiga atau MT III di Desa Tangkil, Kecamatan Sragen, Kabupaten Sragen, masih memberikan keuntungan bagi petani meski sebagian lahan terserang hama sundep. Tingginya harga gabah basah yang mencapai Rp8.000 per kilogram menjadi penopang pendapatan petani di tengah penurunan hasil panen.
Dari total luas lahan pertanian di Desa Tangkil yang mencapai 386 hektare, sekitar lima hektare di antaranya terserang hama sundep. Serangan hama ini menyebabkan hasil panen petani menurun cukup signifikan.
Dalam kondisi normal, satu patok lahan seluas 3.300 meter persegi mampu menghasilkan sekitar 2,5 ton gabah. Namun, pada lahan yang terserang hama, hasil panen turun menjadi sekitar 1,5 ton per patok.
Meski hasil panen menurun, petani masih dapat memperoleh keuntungan berkat tingginya harga gabah basah yang mencapai Rp8.000 per kilogram. Dengan hasil panen sekitar 1,5 ton, pendapatan kotor petani diperkirakan mencapai Rp12 juta per patok, sementara biaya produksi sekitar Rp1,25 juta.
Kepala Desa Tangkil, Suyono, menyebut petani tetap bersyukur karena harga gabah masih tinggi meski sebagian mengalami penurunan hasil panen akibat serangan hama.
Sementara itu, petani yang lahannya tidak terdampak hama dan mampu panen normal dapat memperoleh hasil bersih hingga Rp22 juta per patok.
Tingginya harga gabah menjadi penopang pendapatan petani di tengah ancaman serangan hama. Meski demikian, pengendalian hama perlu terus dilakukan agar produktivitas pertanian untuktetap terjaga dan kerugian petani pada musim tanam berikutnya dapat diminimalkan.
