Kebakaran Gunung Sumbing Meluas, Pemkab Siagakan Personil
Kebakaran Gunung Sumbing di Kabupaten Wonosobo meluas ke lereng hingga wilayah Kabupaten Magelang Rabu (21/10). Merespon dari kejadian tersebut, Pemkab Magelang bergerak cepat dengan mensiagakan semua komponen masyarakat.
βKejadian (kebaran) itu sudah dilaporkan untuk ditindaklanjuti tanpa menunggu kebaran mengganggu aktifitas masyarakat agar kejadian itu tidak merembet menjadi besar,β kata Bupati Magelang Grengseng Pamuji Rabu (21/10).
Sejak Selasa (20/10) kemarin hingga Rabu (21/10) pagi personil gabungan dari TNI Polri, BPBD, Damkar, masyarakat peduli api (MPA) dan relawan telah bergerak ke titik api. Mereka terbagi dalam beberapa tim untuk mengendalikan kebakaran dengan peralatan seadanya.
Sementara itu berdasarkan data, titik api dari arah lereng Wonosobo pada Selasa (20/10) sudah mencapai Kabupaten Magelang. Kepulan asap putih terlihat dari sejumlah pemukiman warga yang berada di lereng Sumbing, seperti Butuh Kecamatan Kalingkrik dan Desa Sukomakmur Kajoran.
Pengelola basecamp Butuh, Lilik Setiyawan mengatakan, untuk kebaran sudah memasuki RPH Mangli yakni wilayah Desa Sukomakmur Kecamatan Kajoran dan Dusun Butuh Desa Temanggung Kecamatan Kaliangkrik.
Sebagai upaya antisipasi pihaknya telah mensterilkan semua pendaki sejak siang dan aktifitas pendakian ditutup hingga batas waktu yang tidak ditentukan.
βMulai hari ini (ditutup) sampai batas waktu belum bisa ditentukan,β kata Lilik Selasa (20/10) malam.
Penutupan itu, lanjut Lilik demi keselamatan pendaki dan berlaku untuk semua Basecamp pendakian Gunung Sumbing.
Sementara itu Asisten Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara Yulianto mengatakan kebakaran Gunung Sumbing meluas ke vegetasi di wilayah Kabupaten Magelang.
Hingga Selasa (20/10) sekitar pukul 18.00 wib kebakaran mencapai petak II A RPH Mangli yang berada di Kabupaten Magelang dengan luas area terbakar masih dalam pendataan pihak Perhutani
βLuas baku 38, 8 hektar diperkirakan sudah separoh hangus terkena api,β ungkap Yulianto di Basecamp Butuh Kecamatan Kaliangkrik Selasa (20) malam.
Selain medan terjal, personal pemadam gabungan juga menghadapi kendala titik api yang jauh dari di bagian tebing dibawah puncak Gunung Sumbing. Selain itu tidak adanya sumber air di sekitar Gunung Sumbing.
Hingga Rabu (21/10) proses pemadaman masih dilakukan oleh personal gabungan yang bergerak dari Basecamp Butuh Kaliangkrik.
βIntinya kita Cuma membawa alat seadanya dengan kemampuan kita karena proses pemadaman masih secara manual,β terangnya.
