
Tokoh muda Mimika Selatan, Julius Peri Mialagoni, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi terhadap langkah Pemerintah Kabupaten Mimika yang mulai mendorong pembangunan kelembagaan dan infrastruktur pemerintahan hingga wilayah selatan Mimika.
Apresiasi itu disampaikan Julius setelah Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong bersama Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika Samuel Yogi, S.H., M.H., hadir di Kilometer 12 Jalan Trans Timika–Jaya/Jayanti–Wagete untuk meresmikan Kantor Lembaga Adat Moni Selatan (Lemasmos).
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan peletakan batu pertama pembangunan kantor koperasi UMKM serta kantor kelasis persiapan Dumadama Koordinator amungsa.
Julius mengatakan kehadiran pemerintah daerah secara langsung di wilayah tersebut merupakan bentuk perhatian terhadap masyarakat yang berada di sepanjang kawasan Trans Timika–Jayanti–Wagete.
“Saya menyampaikan salut dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Mimika, Bapak Bupati Johannes Rettob dan Bapak Wakil Bupati Emanuel Kemong,” ujar Julius.
Menurut dia, rencana pengembangan wilayah, termasuk wacana pemekaran Distrik Mimika Gunung dan Distrik Mimika Utara serta 22 desa di sepanjang kawasan tersebut, harus dikawal bersama agar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Ini adalah bukti nyata visi dan misi pembangunan Mimika. Pemerintah hadir sampai ke kaki gunung kita bersama harus benar-benar diwujudkan,” kata Julius.
Apresiasi untuk Pemerintah dan Masyarakat Adat
Julius secara khusus mengapresiasi Wakil Bupati Emanuel Kemong dan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Samuel Yogi yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut.
Ia menilai kehadiran kedua pejabat itu menjadi kehormatan bagi masyarakat di kawasan Kilometer 12.
Julius juga memberikan penghargaan kepada tokoh agama, pengurus Lemasmos, tokoh masyarakat, serta masyarakat adat yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
Secara khusus, ia menyebut 18 marga yang mendiami kawasan kaki gunung sepanjang jalur Trans Timika–Jayanti–Wagete, dari Delamatagal hingga Delabalutea
“Tanpa 18 marga dari Delamatagal sampai Delabalutea, acara bersejarah di Kilometer 12 ini tidak akan terjadi. Kalian adalah tuan tanah dan pemilik hak ulayat yang sesungguhnya,” ujar Julius.
Menurut dia, pembangunan fisik dan kelembagaan di kawasan tersebut harus tetap berjalan dengan menghormati keberadaan masyarakat adat dan hak ulayat.
Ajak Masyarakat Kawal Program Pemerintah
Julius mengajak masyarakat, terutama pengurus Lemasmos, unsur persiapan distrik dan kampung, serta 18 marga di sepanjang kawasan tersebut, untuk bersama-sama mengawal program pembangunan pemerintah daerah.
Ia mengatakan keberadaan kantor Lemasmos, kantor koperasi UMKM, kantor persiapan klasis Dumadama , serta rencana pengembangan distrik dan kampung diharapkan menjadi bagian dari upaya meningkatkan pelayanan dan membuka ruang ekonomi bagi masyarakat.
“Saya meminta seluruh masyarakat bersama-sama mendukung dan mengawal program Pemerintah Kabupaten Mimika. Kantor Lemasmos, koperasi UMKM, persiapan kantor klasis Dumadama, serta rencana pengembangan Dua distrik dan 22 desa ini harus menjadi berkat bagi anak cucu kita,” kata Julius.
Ia menegaskan dukungan tersebut, menurut dia, perlu dibarengi dengan keterlibatan masyarakat adat sehingga pembangunan tidak hanya berlangsung secara fisik, tetapi juga memperkuat persatuan masyarakat dan penghormatan terhadap hak ulayat.
“Terima kasih kepada Bapak Bupati Johannes Rettob, Bapak Wakil Bupati Emanuel Kemong, Bapak Kepala Dinas UMKM Samuel Yogi, serta semua pihak yang telah bekerja untuk pembangunan di wilayah ini,” ujar Julius.











