Patlikuran Bersama Warga, Robby Bahas Kekeringan hingga Digitalisasi Bansos
Menikmati kuliner lokal, menyaksikan pertunjukan seni, hingga berdialog langsung dengan pimpinan daerah menjadi bagian dari pengalaman yang ditawarkan melalui kegiatan rutin bulanan Patlikuran. Menghadirkan suasana santai dan dekat dengan masyarakat, kegiatan ini menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk sekaligus bagi warga untuk berinteraksi dengan Pemerintah Kota Salatiga.
Rangkaian kegiatan Patlikuran kali ini, Sabtu (31/10/2026), diawali dengan Dolanan Bareng Bunda PAUD pada pagi hari, kemudian dilanjutkan dengan Sarasehan Interaktif pada malam hari. Dalam suasana santai di halaman Rumah Dinas Wali Kota, Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., bersama istri, Sekretaris Daerah, kepala perangkat daerah, camat, dan lurah se-Kota Salatiga duduk bersama masyarakat atau ngemper untuk membahas isu mitigasi bencana dan perlindungan sosial.
Wali Kota Robby menyampaikan bahwa Patlikuran tidak hanya menjadi wadah bagi para pelaku seni untuk menampilkan kreativitas, tetapi juga memberikan kesempatan kepada UMKM untuk memperkenalkan dan memasarkan produknya.
“Nah patlikuran ini di samping kita memberikan ruang kepada para tokoh seni, juga fungsinya adalah untuk memberdayakan UMKM, agar UMKM dapat diberikan kesempatan untuk bisa mamasarkan produknya. Hanya saja acara seperti ini, diskusi interaktif itu saya mengharapkan suasana yang lebih santai lagi sehingga semua permasalahan di lapangan bisa keluar. Ini sesuatu yang baik, bagus sekali, ada interaksi antara pemerintah dengan warganya, dan saya harapkan pada acara sarasehan interaktif itu kita fokusnya membahas suatu masalah, bukan pada usulan atau aduan. Karena usulan atau aduan itu ada ruang khususnya di Matur Mas Wali,” ujarnya.
Dalam sarasehan tersebut, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Salatiga, Sutarto, S.H., menyampaikan bahwa potensi bencana yang perlu diwaspadai di Kota Salatiga saat ini meliputi tanah longsor dan kekeringan. Untuk mengantisipasi dampak kekeringan, BPBD akan terus bersiaga dan melakukan patroli di titik-titik yang telah dipetakan sebagai wilayah rawan kekeringan. Ia juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila mengalami atau menemukan kondisi kekeringan di lingkungan sekitarnya sehingga dapat ditindaklanjuti.
Selain mitigasi bencana, sarasehan juga menjadi sarana sosialisasi digitalisasi perlindungan sosial atau perlinsos. Kepala Dinas Sosial Kota Salatiga, dr. Riani Isyana Pramasanthi, menjelaskan bahwa digitalisasi tidak hanya menjadi bentuk adaptasi terhadap perkembangan teknologi, tetapi juga upaya meningkatkan transparansi dan ketepatan penyaluran bantuan sosial.
Melalui sistem digital, masyarakat diharapkan dapat secara mandiri mengajukan diri sebagai calon penerima bantuan maupun menyampaikan sanggahan apabila terdapat data yang tidak sesuai. Integrasi data dari berbagai lembaga dan perangkat daerah terkait juga diharapkan membantu pemerintah dalam menyelaraskan data penerima sehingga bantuan dapat disalurkan secara lebih tepat sasaran.
Ia turut mengajak masyarakat untuk berperan sebagai agen perlindungan sosial. Peran tersebut diwujudkan melalui pelaporan apabila terdapat warga yang dinilai berhak menerima bantuan tetapi belum mendapatkannya, maupun apabila ditemukan ketidaksesuaian dalam penerimaan bantuan. Ia menjelaskan bahwa agen perlinsos berperan membantu menyampaikan informasi dan temuan, bukan bertanggung jawab secara langsung atas keputusan maupun penyaluran bantuan.
Suasana malam Patlikuran semakin semarak dengan perayaan ulang tahun ketiga Organisasi Kemasyarakatan OI Kemesraan. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Robby memotong tumpeng sebagai simbol rasa syukur dan menyerahkannya kepada perwakilan organisasi. OI Kemesraan juga menerima piagam pengesahan organisasi di bawah pembinaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Salatiga.
Melalui Patlikuran, Pemerintah Kota Salatiga berupaya menghadirkan ruang perjumpaan yang lebih terbuka antara pemerintah dan masyarakat. Tidak hanya menjadi tempat menikmati hiburan dan kuliner lokal, kegiatan ini juga diharapkan memperkuat komunikasi, meningkatkan kepedulian terhadap persoalan bersama, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam membangun Kota Salatiga
