Launching Aplikasi Food Sharing di Hari Pangan Sedunia
Wali Kota Solo, Respati Ardi resmi melaunching aplikasi Food Sharing dalam peringatan Hari Pangan Sedunia 2026 yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Solo di Balai Kota Solo, Kamis (29/10/2026).
Dalam kesempatan itu, Respati menekankan gerakan stop boros makanan dengan tidak menyia-nyiakan makanan yang telah disajikan.
Dia menjelaskan, masyarakat perlu tahu dua hal terkati pemborosan makanan. Yang pertama adalah food waste yaitu sisa makanan yang telah diolah atau matang. Lalu food loss bahan pangan yang terbuan karena tidak dimanfaatkan secara optimal.
“Stop boros makanan atau pangan ini sebenarnya kita lebih menghormati, menghargai makanan yang ada di depan kita, karena itu berkah sekali dan tidak boleh disia-siakan,” ujarnya.
Ke depan, edukasi mengenai pentingnya menghargai makanan juga akan dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan. Langkah tersebut diharapkan dapat membuat kebiasaan agar tidak menyia-nyiakan makanan.
“Dan nanti dimasukan ke kurikulum untuk stop boros pangan agar anak-anak menghormati makanan,” tuturnya.
Lebih lanjut, aplikasi Food Sharing dihadirkan sebagai sarana untuk menghubungkan penyedia makanan dengan masyarakat yang membutuhkan.
Menurutnya, sektor perhotelan, restoran, kafe, rumah makan, jasa katering hingga MBG berpotensi menghasilkan makanan berlebih yang masih layak.
“Nangi sisa makanan yang masih layak akan dibagikan ke masyarkaat kita, saudara kita yang lebih menbutuhkan. Ini konsep sederhana tetapi bisa bermanfaat. Sisa makanan layak dari hotel, restoran, kafe MBG semuanya silahkan nanti bisa mengikuti di aplikasi Food Sharing semoga tidak ada makanan yang mubazir,” paparnya.
Sebagai informasi, Aplikasi Food Sharing bisa diinstal melalui link di ekonomi.surakarta.go.id. Sisa makanan layak yang akan disalurkan nanti akan diverifikasi terlebih oleh relawan untuk memastikan bisa diberikan kepada penerima manfaat.
