
Sebanyak 44 prajurit Korem 143/Haluoleo berhasil meraih sabuk hitam Pencak Silat Militer. Pencapaian ini menjadi bagian dari pembinaan kemampuan bela diri prajurit untuk meningkatkan profesionalisme dan kesiapan dalam menjalankan tugas. Selasa (13/10/2026).
Danrem 143/Haluoleo Brigjen TNI R. Wahyu Sugiarto yang menyematkan langsung sabuk hitam para prajurit TNI mengatakan, pencapaian sabuk hitam bukan sekadar simbol kenaikan tingkat, tetapi juga mencerminkan kedisiplinan, kemampuan, dan tanggung jawab prajurit.
Menurutnya, kemampuan bela diri militer harus terus dikembangkan melalui latihan yang terukur dan berkelanjutan agar prajurit memiliki kesiapan menghadapi berbagai tantangan tugas.
“Pencapaian 44 prajurit tersebut merupakan hasil pembinaan dan latihan yang dilakukan secara bertahap. Para prajurit diharapkan terus meningkatkan penguasaan teknik, ketangkasan, kekuatan fisik, serta ketahanan mental,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penyematan sabuk hitam juga menjadi momentum untuk memperkuat nilai kehormatan, sportivitas, keberanian, dan semangat pantang menyerah dalam diri setiap prajurit.
Dengan kemampuan yang telah dicapai, para prajurit diharapkan tidak hanya mampu menguasai teknik Pencak Silat Militer, tetapi juga menjadi teladan serta berperan aktif mengembangkan kemampuan bela diri tersebut di satuan masing-masing.
Korem 143/Haluoleo, lanjutnya, berkomitmen melaksanakan pembinaan kemampuan prajurit secara berkelanjutan sebagai upaya mewujudkan prajurit yang profesional, responsif, integratif, modern, dan adaptif (PRIMA).
Pembinaan tersebut diharapkan dapat mendukung kesiapan prajurit dalam menjalankan tugas serta menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.











