
Hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah di Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara pada Jumat (2/10/2026) mengakibatkan daerah aliran sungai meluap cepat dan menggenangi rumah-rumah penduduk.
Salah satu titik terparah lokasi yang terendam banjir adalah di desa Hilimbosi Kecamatan O’o’u Kabupaten Nias Selatan.
“Informasi kejadian banjir di Desa Hilimbowo, Dusun II, Kecamatan O’o’u, Kabupaten Nias Selatan pada Jumat, 02 Oktober 2026, sekitar pukul 14.00 WIB, telah terjadi banjir dengan arus yang cukup deras dan mengalir hingga ke area permukiman warga.” Tulis warga Apolonius Ndruru yang diterima Media ini malam tadi disertai sejumlah gambar pada lokasi peristiwa banjir.
Dikonfirmasi Camat O’o’u Ricaman Halawa membenarkan peristiwa tersebut, sebanyak puluhan rumah warganya digenangi banjir dengan ketinggian berfariasi mulai 30 centimeter hingga setengah meter. Selain itu banjir yang datang dari Sungai Badue menuju Sungai O’o’u juga menggenangi sejumlah ruas jalan dan area perkebenunan rakyat masih di wilayah itu.
Camat memastikan tidak ada korban jiwa atas peristiwa itu, gerak cepat warga melakukan penyelamatan mandiri dan mengungsi sementara di lokasi terdekat wujud sosialisasi kesiapsiagaan dan mitigasi bencana yang pernah mereka jalani baik secara langsung maupun lewat sarana teknologi informasi.
Namun, sejumlah perabotan rumah tangga, tempat tidur, peralatan dapur, hewan ternak milik warga dilaporkan hilang karena hanyut di bawa arus banjir.
Sementara perkembangan terkini hingga Sabtu pagi (3/10/2026), banjir sudah surut.
Pemerintah Kecamatan O’o’u merilis laporan kejadian bencana banjir setelah dilakukan pendataan; selain kerusakan pada sejumlah peralatan rumah tangga, sejumlah fasilitas umum ikut terdampak dan alami kerusakan seperti
Balai desa, rumah ibadah kemudian badan jalan dan bangunan rabat beton sebagai tembok penahan banjir ikut rusak.
Pemerintah setempat juga telah berupaya membujuk warga untuk merelokasi rumahnya berpindah dari daerah langganan banjir dan rawan akan kondisi membahayakan itu, namun menurut Ricaman Halawa, warga tidak memiliki kemampuan finansial untuk mendirikan rumah pada lokasi baru.
Saat ini pemerintah terus menghimbau warga tingkatkan kesiapsiagaan, kemudian memaksimalkan sosialisasi mitigasi bencana kepada warga manakala adanya banjir susulan, terlebih Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG memprakirakan potensi hujan sedang hingga lebat berpotensi melanda sebagian wilayah Sumatera Utara termasuk Kepulauan Nias untuk prospek beberapa hari kedepan.











