
Jumlah pemilih di Kabupaten Majalengka kini mencapai 1.031.640 orang. Data tersebut tercatat dalam Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan III 2026.
Dari jumlah itu, pemilih perempuan sedikit lebih banyak, yakni 517.134 orang, sedangkan pemilih laki-laki sebanyak 514.506 orang. Mereka tersebar di 26 kecamatan dan 343 desa/kelurahan.
Anggota KPU Kabupaten Majalengka, Elih Solehah Fatimah, mengatakan data pemilih terus diperbarui agar sesuai dengan kondisi kependudukan terbaru.
“Pada Triwulan III Tahun 2026, jumlah pemilih di Kabupaten Majalengka tercatat sebanyak 1.031.640 pemilih, terdiri dari 514.506 pemilih laki-laki dan 517.134 pemilih perempuan,” kata Elih kepada fokus jabar (02/10).
Dalam periode tersebut, KPU juga menemukan 8.020 pemilih baru. Sebaliknya, ada 6.645 pemilih yang tidak lagi memenuhi syarat (TMS) dan 5.692 data pemilih yang diperbaiki.
“Pemutakhiran dilakukan untuk mencatat perubahan data pemilih, baik pemilih baru, pemilih yang tidak lagi memenuhi syarat maupun perbaikan data pemilih,” lanjut Elih.
Pemilih Milenial Paling Banyak
Dari sisi usia, kelompok milenial menjadi kelompok pemilih terbesar di Majalengka. Jumlahnya mencapai 314.022 orang atau 30,4 persen yakni usianya 30 – 45 tahun.
Setelah itu ada Generasi X sebanyak 288.546 orang atau 28 persen, disusul Generasi Z usia 17-29 tahun sebanyak 259.875 orang atau 25,2 persen.
Kemudian kelompok baby boomer tercatat 148.421 orang atau 14,4 persen, sedangkan pre-boomer sebanyak 18.737 orang atau 1,8 persen.
“Komposisi pemilih berdasarkan generasi ini memberikan gambaran mengenai karakteristik pemilih di Kabupaten Majalengka. Kelompok usia produktif masih menjadi bagian terbesar dari keseluruhan pemilih,” kata Elih.
Jika digabungkan, pemilih dari kelompok milenial, Generasi X dan Generasi Z mencapai lebih dari 80 persen dari total pemilih.
KPU juga mencatat ada 4.567 pemilih penyandang disabilitas. Jumlah tersebut sekitar 0,44 persen dari seluruh pemilih.
Pemilih disabilitas fisik menjadi yang terbanyak dengan 1.704 orang, disusul disabilitas mental 1.077 orang, sensorik wicara 725 orang, sensorik netra 549 orang, intelektual 278 orang, dan sensorik rungu 234 orang.
“Data pemilih penyandang disabilitas juga menjadi bagian dari pemutakhiran data secara berkelanjutan. Data ini penting untuk memastikan seluruh warga negara yang memenuhi syarat tetap tercatat sebagai pemilih,” ujar Elih.
Sementara Menurut Elih, data tersebut juga masih bisa berubah karena pemutakhiran dilakukan secara terus-menerus mengikuti dinamika kependudukan.











