
Penantian keluarga Yaya Carya, warga Dusun 02, Desa Sigong, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, berakhir setelah jasadnya berhasil ditemukan dan dipastikan identik 100 persen melalui proses identifikasi.
Jenazah Yaya tiba di rumah duka di Desa Sigong pada Selasa (29/9/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Kedatangan jenazah langsung disambut keluarga yang telah menunggu kepastian selama 15 hari.
Anak pertama Yaya, Siti Hanah Sulastri, mengatakan keluarga mendapat informasi mengenai hasil identifikasi pada Senin (28/9/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.
“Bahagia sekaligus sedih. Alhamdulillah, setelah 15 hari pencarian akhirnya ada titik terang,” katanya.
Menurut Siti, identifikasi dilakukan setelah keluarga berkoordinasi dengan pihak pengelola KM Virgo Transport 8. Sejumlah barang yang ditemukan bersama jasad menjadi bagian dari petunjuk untuk memastikan identitas korban.
Barang tersebut antara lain pakaian, tas pinggang, kartu identitas dan telepon seluler.
“Alhamdulillah, kartu identitas di tas pinggang menjadi salah satu bukti kuat untuk memastikan identitas beliau,” ujarnya.
Sebelum dipulangkan ke Cirebon, jenazah Yaya terlebih dahulu diterbangkan dari RS Bhayangkara Banjarmasin menuju Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Setelah itu, jenazah dibawa menuju rumah duka di Desa Sigong.
Sementara itu, Kuwu Sigong Sumarsono mengatakan Pemerintah Desa Sigong sejak awal ikut mendampingi keluarga dalam proses pencarian dan penanganan kepulangan Yaya.
Koordinasi dilakukan dengan pemerintah kecamatan, Pemkab Cirebon, BPBD, Dinas Sosial hingga Polda Jawa Barat.
“Kami terus mendampingi keluarga dan mencari informasi. Semua pihak kami koordinasikan, termasuk BPBD, Dinas Sosial dan tim DVI Polda,” kata Sumarsono.
Dalam proses identifikasi, tim DVI Polda Jawa Barat juga mengambil sampel DNA dari keluarga Yaya di Desa Sigong. Hasil pemeriksaan kemudian memastikan jasad yang ditemukan identik 100 persen dengan Yaya Carya.
Informasi mengenai hasil identifikasi diterima pihak desa pada Senin (28/9/2026) sekitar pukul 18.15 WIB. Informasi tersebut kemudian langsung diteruskan kepada perangkat desa dan keluarga.
“Sekitar pukul 18.15 WIB kami mendapat informasi. Kami langsung meneruskannya kepada perangkat desa dan keluarga,” ujarnya.
Dengan ditemukannya jasad dan keluarnya hasil identifikasi tersebut, proses pencarian Yaya yang berlangsung selama 15 hari resmi berakhir. Keluarga kini dapat membawa jenazah Yaya ke kampung halaman untuk dimakamkan.
“Alhamdulillah, hasil identifikasi menyatakan identik 100 persen. Kami akhirnya cukup lega,” ungkap Sumarsono.
Ia menambahkan, selama proses pencarian berlangsung, pemerintah desa terus berkomunikasi dengan berbagai instansi untuk memperoleh informasi mengenai perkembangan pencarian Yaya.
“Bagaimanapun, ini merupakan tanggung jawab kami sebagai pemerintah desa,” pungkasnya.











