
Ketua Aliansi Jurnalis Persada (AJP) Lampung Barat, Sugeng Purnomo, menyampaikan klarifikasi terbuka sekaligus permohonan maaf terkait tayangan video berita yang sebelumnya diunggah melalui akun TikTok AJP.
Sebelum nya unggahan berita yang menampilkan tayangan awal berlogo media SCTV.
Klarifikasi tersebut disampaikan setelah pihaknya menerima surat somasi dari Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Barat Lampung terkait penggunaan template dalam tayangan video yang dinilai memuat logo media televisi nasional SCTV.
Sugeng mengatakan, penggunaan template tersebut dilakukan secara tidak sengaja. Menurutnya, template yang digunakan berasal dari fitur TikTok dan dipakai untuk melengkapi tampilan video.
“Saya Sugeng Purnomo, Ketua Aliansi Jurnalis Persada Pesisir Barat, memberikan klarifikasi terbuka dan permohonan maaf. Mungkin di video tayangan TikTok saya, ketidaksengajaan. Menurut saya, saya menggunakan template dari TikTok untuk melengkapi tayangan,” ujar Sugeng dalam klarifikasinya.
Ia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat luas, khususnya kepada rekan-rekan media, IJTI Korda Barat Lampung, serta pihak SCTV atas penggunaan template tersebut.
“Untuk memenuhi permintaan rekan-rekan IJTI, kami meminta maaf atas kekhilafan ini setelah kami menerima surat somasi,” katanya.
Sugeng juga menegaskan bahwa AJP Pesisir Barat tidak terafiliasi dengan organisasi wartawan IJTI Korda Barat Lampung.
Ia menyebut, pihaknya tidak bermaksud mencatut ataupun membawa-bawa nama IJTI Korda Barat dalam tayangan yang dibuat AJP.
“Saya tegaskan AJP tidak terafiliasi dengan organisasi wartawan IJTI Korda Barat dan secara langsung kami tidak mencatut serta tidak akan pernah membawa-bawa nama IJTI Korda Barat,” tegasnya.
Selain menyampaikan klarifikasi secara terbuka, pihak AJP Pesisir Barat juga mengaku telah mengirimkan surat balasan atas somasi yang diterima.
AJP juga menyertakan bukti bahwa tayangan yang dipersoalkan telah diturunkan atau di-take down dari akun media sosial mereka.
Melalui klarifikasi tersebut, Sugeng kembali menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan seluruh pihak yang merasa dirugikan atau keberatan atas tayangan tersebut.
“Kami meminta maaf kepada masyarakat luas, terutama rekan-rekan media, IJTI Korda Barat dan pihak media SCTV,” pungkasnya.











