609 Siswa Indonesia dan Jepang Bertemu di Kelas Virtual
Teknologi digital membuka kesempatan bagi pelajar untuk mengenal dunia lebih luas. Melalui layar komputer, ratusan siswa dari Indonesia dan Jepang bertemu, berkenalan, sekaligus bertukar cerita tentang kehidupan sekolah dan budaya masing-masing.
Pengalaman tersebut dirasakan oleh 609 siswa yang mengikuti program Indonesia Γ Japan International Classroom Collaboration yang digelar Coding First Purwokerto pada 13β16 Oktober 2026.
Kegiatan yang berlangsung selama empat hari melalui aplikasi Zoom itu melibatkan 273 siswa dari Indonesia dan 336 siswa dari Jepang. Mereka berasal dari enam sekolah di Indonesia dan satu sekolah menengah pertama negeri mitra dari Kyoto, Jepang.
Menariknya, pertemuan lintas negara tersebut tidak hanya menjadi ajang belajar bahasa Inggris. Para siswa juga berbagi cerita tentang kehidupan sehari-hari, hobi, hingga karakter anime favorit yang mereka sukai.
Ada tiga tema utama yang menjadi bahan percakapan, yakni School Life, My Favorite Character, dan My Favorite Anime Character.
Kesamaan kegemaran terhadap anime dan karakter tertentu menjadi pintu masuk untuk mencairkan suasana. Dari obrolan sederhana tersebut, para siswa mulai menemukan kesamaan minat meskipun tinggal di negara berbeda.
Salah satu momen menarik terjadi ketika siswa Indonesia memperkenalkan aksara Jawa kepada teman-teman dari Jepang. Sebaliknya, mereka juga berkesempatan mengenal tulisan Kanji yang digunakan dalam kehidupan masyarakat Jepang.
Pertukaran budaya ini memberikan pengalaman belajar yang berbeda. Siswa tidak sekadar menerima materi dari guru, tetapi berinteraksi langsung dengan teman sebaya dari negara lain.
Selama kegiatan, peserta terlebih dahulu berkumpul di ruang utama Zoom untuk mendapatkan pengarahan. Selanjutnya, mereka dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil melalui fitur breakout room untuk melakukan presentasi dan tanya jawab.
Pola tersebut memberikan kesempatan lebih luas bagi setiap siswa untuk berbicara, bertanya, dan melatih keberanian berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris.
Guru Bahasa Inggris SMP Istiqomah Sambas Purbalingga, Siti Arianti, S.Pd., mengatakan kegiatan tersebut memberikan pengalaman berkesan bagi para siswanya.
“Anak-anak sangat antusias karena mendapatkan wawasan baru mengenai kehidupan sekolah dan budaya Jepang. Keramahan siswa Jepang juga membuat peserta dari Indonesia semakin percaya diri untuk berinteraksi,” ujar Siti Arianti.
Disini, sejumlah siswa menemukan kesamaan hobi dan ketertarikan dengan teman-teman baru mereka.
Hal senada disampaikan guru MTs An Nuriyah Lasem, Sri Kartika Sari, S.Pd. Ia menyebut para siswanya sangat senang bisa berkolaborasi dengan pelajar Jepang meskipun masih menghadapi keterbatasan bahasa.
“Kami sangat senang meski masih terkendala keterbatasan bahasa,’ ujar Sri Kartika Sari.
Sementara itu, guru Bahasa Inggris SMPIT Al-Istiqomah Global School, Umul Khasanah, menyampaikan antusiasme siswanya dan berharap program serupa dapat kembali diselenggarakan.
Koordinator Program Indonesia Γ Japan International Classroom Collaboration, Rizca Triana, S.Pd., mengatakan pendidikan seharusnya tidak hanya memberikan pengetahuan di dalam kelas, tetapi juga membuka kesempatan bagi anak-anak untuk mengenal dunia lebih luas.
“Pengalaman berinteraksi dengan pelajar dari negara lain menjadi salah satu cara membangun kepercayaan diri dan memperkaya wawasan generasi muda. Saya berharap semakin banyak sekolah dan berbagai pihak yang terlibat dalam menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna bagi anak-anak Indonesia,” ujar Rizca Triana.
Dibuka untuk Sekolah di Seluruh Indonesia
Setelah pelaksanaan gelombang pertama, Coding First Purwokerto berencana melanjutkan program kolaborasi internasional tersebut pada awal 2027.
Program berikutnya akan kembali melibatkan sekolah mitra dari Jepang. Sejumlah masukan dari pelaksanaan perdana, terutama mengenai kebutuhan waktu percakapan yang lebih panjang, akan menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan selanjutnya.
Menariknya, program ini terbuka bagi SMP dan MTs di seluruh Indonesia tanpa dipungut biaya.
Sekolah yang ingin berpartisipasi tidak membutuhkan infrastruktur khusus yang mahal. Cukup dengan laptop dan koneksi internet, siswa sudah bisa mendapatkan pengalaman belajar bersama teman-teman dari Jepang.
Coding First akan mendampingi proses kerja sama, mulai dari koordinasi dengan sekolah mitra di Jepang, persiapan guru dan siswa, hingga uji teknis sebelum kegiatan berlangsung.
Selain program kolaborasi internasional, Coding First Purwokerto juga menyediakan kelas reguler yang mencakup coding dan pemrograman, robotik, matematika, bahasa Inggris, bahasa Jepang, jurnalistik, calistung, hingga keterampilan digital melalui kelas Microsoft.
Melalui berbagai program tersebut, Coding First berupaya membekali anak-anak dengan kemampuan berpikir kreatif, keterampilan digital, serta keberanian berkomunikasi.
Program kolaborasi Indonesia-Jepang ini sekaligus menunjukkan bahwa pembelajaran lintas negara tidak selalu harus dilakukan dengan perjalanan jauh ke luar negeri. Dengan dukungan teknologi, ruang kelas kini dapat terhubung melintasi batas negara dan budaya.
