
Bupati Majalengka, H. Eman Suherman, bersama Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, H. Muhamad Umar Ma’ruf, serta perwakilan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), meninjau hasil pelaksanaan program revitalisasi sekolah dan penerapan pembelajaran interaktif di SDN Majalengka Wetan VII, Kabupaten Majalengka, Kamis (15/10/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Bupati Eman menyampaikan apresiasi atas rampungnya pembangunan dan perbaikan fasilitas sekolah. Menurutnya, penyediaan sarana pendidikan yang layak merupakan bagian penting dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan mutu sumber daya manusia sejak dini.
“Kami sangat bangga melihat hasil pembangunan dan pemanfaatan ruang kelas baru di SDN Majalengka Wetan VII ini. Pembangunan fasilitas yang layak merupakan wujud perhatian bersama untuk memastikan anak-anak kita dapat belajar dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang mereka secara optimal,” ungkap Bupati.
Ia berharap, fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh warga sekolah serta dirawat secara berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
” Saya menyampaikan rasa syukur atas perhatian pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah atas perhatian di bidang Pendidikan ke Kabupaten Majalengka,” ungkap Bupati.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, H. Muhamad Umar Ma’ruf, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di daerah.
Menurutnya, program revitalisasi sekolah menjadi langkah nyata kolaborasi pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mendukung tersedianya fasilitas pendidikan yang lebih layak.
“Alhamdulillah, hari ini Pak Bupati hadir langsung membersamai kita meresmikan hasil revitalisasi dan pembelajaran interaktif. Ini merupakan bukti nyata bahwa negara dan pemerintah daerah hadir bersama-sama membangun sektor pendidikan yang menjadi salah satu prioritas di Kabupaten Majalengka,” ujar Kadisdik.
Saat ini terdapat 179 sekolah dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Majalengka yang masuk dalam program revitalisasi. Program tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan, terutama bagi sekolah-sekolah yang masih membutuhkan perbaikan sarana dan prasarana.
Ia berharap program nasional tersebut dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak sekolah di Kabupaten Majalengka yang memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kelayakan fasilitas belajar.
Menurutnya, revitalisasi tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga harus mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif, interaktif, dan berkualitas.
Sementara Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Barat, Hj. Komalasari yang hadir mewakili Kemendikdasmen, turut mengapresiasi sinergi pemerintah daerah dan pihak sekolah dalam mendukung keberhasilan program revitalisasi.
Ia menegaskan bahwa tujuan utama revitalisasi adalah menghadirkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan layak bagi peserta didik.
“Misi utama program revitalisasi ini adalah menghadirkan suasana belajar yang aman, nyaman, dan layak. Kami berharap fasilitas yang telah dibangun dan diresmikan ini dapat dijaga serta dipelihara bersama oleh seluruh warga sekolah,” ungkapnya.
Ia juga berharap fasilitas yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang kegiatan pembelajaran sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan.











