
Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Kabupaten Sragen bersama PGRI Provinsi Jawa Tengah menyalurkan bantuan air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen. Sebanyak 10 tangki air bersih dengan kapasitas masing-masing 8.000 liter atau total 80.000 liter disalurkan ke Desa Dukuh dan Desa Jenar.
Selain bantuan air bersih, PGRI juga memberikan lima tandon berkapasitas masing-masing 5.300 liter untuk membantu masyarakat menampung dan menyimpan cadangan air bersih.
Ketua PGRI Cabang Kabupaten Sragen, Prihantomo, mengatakan bantuan tandon air sangat dibutuhkan warga. Selama ini, masyarakat mengalami kesulitan menampung air bersih yang didistribusikan menggunakan tangki bantuan.
“Satu dari lima tandon tersebut merupakan bantuan pribadi Ketua PGRI Provinsi Jawa Tengah, Muhdi. Tandon air itu didistribusikan ke sejumlah wilayah, yakni dua tandon untuk Kecamatan Jenar serta masing-masing satu tandon untuk Kecamatan Mondokan, Miri, dan Tangen. Nilai setiap tandon diperkirakan mencapai Rp7,8 juta,” kata Prihantomo.
PGRI JATENG SUDAH SALURKAN 2.000 TANGKI AIR
Ketua PGRI Provinsi Jawa Tengah, Muhdi, menyebut penyaluran bantuan air bersih telah berlangsung selama tiga bulan. Bantuan didistribusikan ke sejumlah daerah di Jawa Tengah, mulai dari Blora, Rembang, Grobogan hingga wilayah bagian barat Jawa Tengah.
Dalam waktu dekat, bantuan serupa juga direncanakan menyasar Kabupaten Wonogiri dan Kebumen.
Menurut Muhdi, PGRI Provinsi Jawa Tengah telah menyalurkan sekitar 2.000 tangki air bersih.
“Program tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun ketika terjadi krisis air bersih,” tutur Muhdi.
Selain membantu warga terdampak kekeringan, PGRI juga memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana lain, seperti kebakaran.
WARGA HARUS MENCARI AIR HINGGA DESA TETANGGA
Bagi warga Dukuh Jenar, bantuan air bersih menjadi harapan di tengah krisis yang telah berlangsung selama tiga bulan terakhir.
Suyati, warga RT 15 Dukuh Jenar, Desa Jenar, mengatakan bantuan air bersih sangat dinantikan masyarakat. Sebelum mendapat bantuan, warga harus berupaya mencari sumber air hingga ke desa tetangga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Di Dukuh Jenar, krisis air bersih berdampak pada 93 kepala keluarga atau sekitar 300 jiwa.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sragen, krisis air bersih melanda 20 desa, 57 dukuh, dan 101 rukun tetangga (RT) yang tersebar di delapan kecamatan, yakni Jenar, Tangen, Sukodono, Sumberlawang, Gesi, Mondokan, Miri, dan Tanon.
Secara keseluruhan, wilayah terdampak mencakup 5.684 kepala keluarga atau 19.047 jiwa.
Bantuan air bersih dan tandon dari PGRI diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus memudahkan warga menyimpan cadangan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama musim kemarau.











