
Surutnya air Waduk Jatigede, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, mengungkap kembali jejak permukiman yang selama bertahun-tahun berada di bawah genangan. Salah satu bangunan yang kini terlihat adalah Masjid Al Ikhlas di kawasan yang dahulu menjadi permukiman warga Dusun Betok, Desa Sukamenak, Kecamatan Darmaraja.
Bangunan masjid tersebut sebelumnya terendam setelah kawasan permukiman ditenggelamkan untuk pembangunan Waduk Jatigede. Setelah permukaan air menyusut cukup drastis, bagian bangunan masjid kembali muncul.
Penyusutan air waduk terjadi setelah wilayah tersebut mengalami kemarau panjang selama lebih dari lima bulan. Permukaan air dilaporkan turun sekitar 24 meter dari kondisi normal. Penurunan tersebut membuat sejumlah area yang sebelumnya berada di bawah air kembali terbuka.
Meski telah lama terendam, sebagian struktur Masjid Al Ikhlas masih tampak berdiri. Dinding bangunan terlihat relatif kokoh, sementara bagian atap sudah tidak ada. Beberapa ornamen di bagian atas dinding masih dapat dikenali, termasuk tulisan lafaz Allah dan Muhammad.
Kemunculan bangunan masjid juga diikuti dengan terlihatnya sejumlah bekas bangunan permukiman di sekitarnya. Permukaan tanah yang sebelumnya tertutup air kini tampak kering dan retak.
Di sejumlah lokasi, ditemukan pula cangkang kerang yang telah mati. Rerumputan yang tumbuh di area bekas genangan bahkan mulai dimanfaatkan warga sebagai pakan ternak.
Warga setempat, Anwar Hidayat, mengatakan kawasan tersebut dulunya merupakan kampung yang dihuni masyarakat sebelum seluruh wilayah tergenang akibat pembangunan Waduk Jatigede.
“Di sini dulu ada kampung dan rumah-rumah warga. Jadi bukan hanya masjid. Sekarang, ketika air surut, bekas bangunan yang dulu terendam mulai terlihat lagi,” ujar Anwar, Selasa (6/10/2026).
Menurut Anwar, kondisi air waduk memang biasanya mengalami penurunan pada periode tertentu. Namun, penyusutan yang terjadi tahun ini dinilai paling signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Setiap tahun memang air surut, tetapi tahun ini surutnya paling parah,” tuturnya.
Kembali terlihatnya Masjid Al Ikhlas menjadi pengingat bahwa kawasan yang kini menjadi waduk sebelumnya merupakan tempat berlangsungnya kehidupan masyarakat. Rumah warga, tempat ibadah, serta berbagai aktivitas sosial pernah memenuhi kawasan tersebut sebelum akhirnya berada di bawah genangan.
Berdasarkan informasi di lokasi, ketinggian permukaan air Waduk Jatigede saat ini berada di sekitar 236 meter di atas permukaan laut (mdpl). Angka tersebut terpaut cukup jauh dari elevasi normal waduk yang berada di kisaran 260 mdpl.











