Polresta Sidoarjo bersama Forkopimda Sidoarjo dan instansi terkait melaksanakan Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi Kabupaten Sidoarjo, pada Jumat Pagi (6/11) di Alun-alun Kabupaten Sidoarjo.
Apel dipimpin Bupati Sidoarjo Subandi dengan didampingi Kapolresta Sidoarjo AKBP Bobby A. Condroputra dan Dandim 0816 Sidoarjo Letkol. Arh. Muhammad Ansyari. Apel diikuti personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan instansi terkait lain.
Kegiatan ini digelar untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi kapan saja di wilayah Sidoarjo.
Langkah tersebut dilakukan melalui pengecekan kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta penguatan koordinasi lintas instansi guna memastikan penanganan bencana dapat dilaksanakan secara cepat, tepat, dan terpadu.
Bupati Sidoarjo Subandi menegaskan, dalam kondisi darurat, kecepatan respons akan menentukan keselamatan jiwa manusia.
“Dalam kondisi darurat, kecepatan respons akan menentukan keselamatan jiwa manusia. Oleh karena itu, sistem peringatan dini (early warning system) serta jalur komunikasi harus dipastikan berfungsi 24 jam,” pesan Bupati Sidoarjo Subandi.
Lebih lanjut, disampaikannya bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana merupakan bagian dari tanggung jawab bersama dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.
Kesiapan menghadapi bencana tidak hanya diukur dari jumlah personel yang disiagakan, tetapi juga dari kesiapan peralatan, efektivitas koordinasi, serta kecepatan respons ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.
Selain itu, kepada seluruh petugas, relawan, dan aparatur yang bertugas di lapangan nantinya, Bupati berpesan jaga kesehatan, utamakan keselamatan diri sendiri dan tim dalam menjalankan misi kemanusiaan, serta layani masyarakat dengan cepat, tanggap, dan humanis.
Melalui apel siaga bencana tersebut, Polresta Sidoarjo berkomitmen untuk selalu siaga dan menjadi garda terdepan bersama TNI, BPBD dan relawan dalam memberikan perlindungan, pelayanan dan pertolongan kepada masyarakat Sidoarjo saat bencana terjadi.
