Empat Kali Kantor Bupati Intan Jaya Dibobol, Yoakim Mujizau Minta Kapolda Papua Tengah Turun Tangan
Kantor Bupati Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah, dilaporkan telah empat kali menjadi sasaran pembongkaran dan pencurian sepanjang 2026. Dalam kejadian terakhir pada 27 Oktober 2026, pelaku yang belum diketahui identitasnya diduga berupaya membakar gedung tersebut.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Intan Jaya, Yoakim Mujizau, S.STP., meminta Kapolda Papua Tengah turun tangan mengusut rangkaian peristiwa tersebut. Ia menilai pengungkapan kasus penting untuk memastikan pelaku dan motif di balik aksi pembobolan yang berulang itu.
Berdasarkan keterangan Yoakim, kejadian pertama berlangsung pada malam 3 Maret 2026 di Kantor Bupati dan Kantor Dinas Keuangan. Peristiwa serupa kembali terjadi pada 23 Maret 2026 di dua lokasi tersebut.
Aksi pembongkaran dan pencurian kemudian berulang pada malam 17 Oktober dan 27 Oktober 2026. Dalam kejadian terakhir, terdapat dugaan upaya pembakaran Kantor Bupati, meski gedung tersebut tidak terbakar seluruhnya.
Pemerintah Kabupaten Intan Jaya disebut telah melaporkan kejadian-kejadian sebelumnya kepada kepolisian. Namun, menurut Yoakim, hingga kini identitas pelaku dan motif di balik rangkaian peristiwa tersebut belum terungkap.
Di tengah belum terungkapnya kasus, berkembang berbagai spekulasi di masyarakat mengenai kemungkinan kaitan pembobolan kantor dengan kebijakan demosi, mutasi, dan rotasi jabatan Sekretaris Daerah serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).
Bahkan, isu tersebut menyeret sejumlah nama pejabat daerah yang disebut-sebut memiliki kaitan dengan kejadian itu. Namun, Yoakim menilai spekulasi semacam ini perlu disikapi secara hati-hati dan tidak dijadikan dasar untuk menuduh pihak tertentu tanpa bukti.
Ia juga mengkhawatirkan adanya pembentukan opini yang dapat memperkeruh hubungan ant pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Intan Jaya. Menurut dia, informasi yang belum terverifikasi berpotensi menimbulkan saling curiga dan mengganggu stabilitas pemerintahan daerah.
Yoakim menduga isu yang mengaitkan pembobolan kantor dengan pergantian jabatan dapat dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk kepentingan jabatan strategis dalam pemerintahan. Namun, dugaan tersebut perlu dibuktikan melalui penyelidikan, bukan melalui spekulasi publik.
Sejumlah jabatan yang menjadi perhatian dalam isu tersebut antara lain Sekretaris Daerah, Dinas Keuangan, Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum, dan Dinas Pendidikan.
Menurut Yoakim, pengungkapan kasus secara transparan diperlukan agar tidak terjadi saling tuding di antara pejabat daerah maupun masyarakat. Ia meminta seluruh pihak menyerahkan pembuktian perkara kepada aparat penegak hukum.
Ia secara khusus meminta Kapolda Papua Tengah memperkuat penanganan perkara dengan melibatkan jajaran Polres Intan Jaya untuk mengidentifikasi pelaku, mengungkap motif, serta menelusuri kemungkinan keterkaitan antara empat kejadian tersebut.
Kantor Bupati merupakan aset pemerintah yang dibangun menggunakan anggaran negara. Gedung itu juga menjadi pusat aktivitas pemerintahan dan pelayanan publik di Kabupaten Intan Jaya.
Keterbatasan fasilitas perkantoran di daerah tersebut membuat sejumlah dinas dan badan pemerintahan menggunakan ruangan di kompleks Kantor Bupati. Kondisi ini menjadikan keamanan gedung penting bagi kelangsungan administrasi pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Yoakim berharap kepolisian dapat mengungkap kasus tersebut secara terang benderang sehingga tidak berkembang menjadi konflik internal pemerintahan.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari kepolisian mengenai identitas pelaku, motif, maupun perkembangan penyelidikan. Konfirmasi dari Kapolda Papua Tengah dan Polres Intan Jaya masih diperlukan untuk melengkapi pemberitaan secara berimbang.
