
Bupati Magelang Grengseng Pamuji memastikan Pemerintah Daerah menanggung biaya perawatan ratusan warga korban diduga keracunan es buah di Kecamatan Kajoran.
Kebijakan tersebut berlaku untuk pasien rawat jalan, maupun rawat inap yang ditangani tiga Rumah Sakit Umum Daerah.
“Semua Rumah Sakit Umum Daerah di Kabupaten Magelang siap melayani masyarakat yang terdug keracunan gratis, semuanya akan di cover oleh Pemda termasuk rawat jalan,” kata Grengseng di Rumah Sakit Umum Daerah Merah Putih, Rabu (14/10) malam.
Lebih lanjut Grengseng menambahkan, jika Pemkab Magelang juga membuka layanan posko darurat di Puskesmas Kajoran I dan Kajoran II. Layanan tersebut 24 jam penuh untuk menangani masyarakat yang mengalami gejala terduga keracunan.
Semua rumah sakit milik Pemda juga dipastikan akan tetap menerima korban dugaan gejala keracunan usai menyantap es buah. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Magelang juga menyiapkan penambahan tempat tidur di rumah sakit untuk mengantisipasi kemungkinan bertambahnya pasien dari wilayah Kecamatan Kajoran.
Langkah tersebut dilakukan agar warga yang membutuhkan penanganan medis tetap dapat memperoleh layanan kesehatan.
“Tapi, karena ini darurat, saya mohon dimaafkan kalau ada pelayanan, kenyamanan yang berkurang,” kata. Grengseng mencontohkan adanya penyesuaian jumlah kasur dalam satu kamar pasien jika rumah sakit kelebihan kapasitas untuk merawat pasien. “Mungkin bed-nya yang seharusnya dua (dalam satu kamar) jadi tiga (kasur),” ujarnya.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang hingga Rabu, 14 Oktober 2026, pukul 19.00 WIB, total 167 warga dilaporkan mengalami keluhan kesehatan dan sempat mendapatkan penanganan di puskesmas. Sebanyak 98 warga diantaranya dirawat di rumah sakit setelah diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi es buah yang dijual pedagang setempat.
Para warga yang dirawat tersebar di beberapa rumah sakit dengan gejala yang dialami antara lain muntah-muntah dan diare. Untuk penanganan awal, petugas kesehatan melakukan tindakan guna mengatasi dehidrasi pada pasien.
“Jumlah orang yang diduga keracunan es buah tersebut dan sempat dilarikan ke puskesmas ada 167 orang. Yang dirawat di tiga rumah sakit, yakni Rumah Sakit Umum Daerah Merah Putih, Rumah Sakit Umum Daerah Muntilan dan Rumah Sakit Bukit Menoreh Salaman sebanyak 98 orang.” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, Lies Pramudiyanti Lies saat ditemui RSUD Merah Putih Kabupaten Magelang, Rabu malam.
Menurut Lies, warga mengonsumsi es buah tersebut pada waktu berbeda, yakni Minggu, 11 Oktober, Senin, 12 Oktober, dan Selasa, 13 Oktober 2026. Sebagian warga dilaporkan mulai mengalami gejala sejak Minggu, tetapi keluhan paling banyak dirasakan pada Rabu.
Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang telah mengambil sampel muntahan korban dan sampel produk minuman yang dicurigai menjadi penyebab kejadian tersebut. Sampel itu rencananya dikirim ke laboratorium khusus pemeriksaan keracunan di Yogyakarta untuk mengetahui penyebabnya.











