Memasuki musim hujan, membawa payung basah kerap menjadi kendala kenyamanan para penglaju atau pengguna kereta api. Selain harus menyimpan payung dalam kondisi basah saat tiba di stasiun, tetesan air dari payung pun berpotensi menyebabkan lantai licin. Merespons kondisi tersebut, KAI Daerah Operasi 6 Yogyakarta telah menghadirkan fasilitas mesin pengering payung di sejumlah stasiun utama guna menjaga kenyamanan penumpang serta keselamatan dan kebersihan area stasiun.
Manajer Humas Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengungkapkan bahwa untuk wilayah Daop 6 Yogyakarta, mesin pengering payung tersebut saat ini telah tersebar di tiga lokasi yakni Stasiun Yogyakarta sebanyak 2 unit, Stasiun Lempuyangan 1 unit, dan Stasiun Solo Balapan 1 unit.
“Fasilitas pengering payung ini disediakan agar penumpang dapat mengeringkan payung yang basah sebelum melanjutkan perjalanan. Dengan demikian, penumpang tetap nyaman dan area stasiun tetap bersih serta aman dari risiko licin,” ujar Feni.
Penggunaan alat pengering ini terbilang praktis. Penumpang cukup memasukkan payung basah ke dalam mesin dan menggerakkannya. Lapisan kain mikrofiber di bagian dalam alat akan menyerap air dari permukaan payung secara efisien.
Feni menambahkan, inovasi ini merupakan wujud komitmen Daop 6 untuk terus beradaptasi dengan tantangan cuaca demi menyajikan pelayanan prima kepada pelanggan serta tetap mengutamakan keselamatan.
Selain pengering payung, Daop 6 juga terus melengkapi fasilitas penunjang lainnya di stasiun, seperti pembersih sepatu, water station, ruang tunggu dengan kursi empuk, ruang menyusui, area bermain anak, hingga aksesibilitas ramah disabilitas.
“Kami berharap inovasi-inovasi yang terus dihadirkan dapat meningkatkan pengalaman perjalanan pelanggan. Ke depannya, KAI akan terus berupaya menghadirkan solusi dan layanan transportasi terbaik bagi Indonesia,” pungkasnya.
