Senyum lega mulai memancar di wajah para orang tua murid di Cirebon. Setelah sempat mencekam akibat insiden dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), kondisi ratusan siswa SD yang dirawat kini dilaporkan membaik signifikan dan bertahap diperbolehkan pulang.
āInsiden yang bersumber dari santapan SPPG Kalijaga 5 tersebut sempat memicu kepanikan warga. Namun, pihak pengelola memastikan bertanggung jawab penuh atas seluruh penanganan medis dan pengetatan pengolahan bahan baku makanan.
“Kami memohon maaf kepada masyarakat atas peristiwa yang telah terjadi,”ucapnya.
āPenanganan Cepat dan Jaminan Biaya Kesehatan
āKoordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kota Cirebon, Yoga Adijaya, turun langsung menjemput para pasien di RS Putra Bahagia pada Jumat (23/10/2026) pagi. Ia memastikan tidak ada lagi pasien dalam kondisi kritis dan seluruh biaya pengobatan telah ditanggung sepenuhnya oleh SPP
ā”Agenda kami hari ini menjemput pasien yang terdampak. Alhamdulillah, kondisi mereka sudah jauh membaik, tidak ada keluhan lagi, dan insya Allah hari ini sudah diperbolehkan pulang,” ujar Yoga saat ditemui di RS Putra Bahagia
āYoga menepis kekhawatiran masyarakat terkait beban biaya rumah sakit. Pihaknya mengaku telah berkoordinasi erat dengan Dinas Kesehatan Kota Cirebon serta manajemen rumah sakit rujukan.
ā”Seluruh biaya perawatan medis pasien terdampak di semua rumah sakit sudah kami cover sepenuhnya,” tegasnya.
āPerketat SOP: Dilarang Beli Bahan Baku Olahan Luar
āMenanggapi insiden ini, pihak SPPG menegaskan sedang menunggu hasil laboratorium dan investigasi resmi untuk menguak pemicu utama keracunan. Sebagai langkah tanggap darurat, pengetatan standar operasional prosedur (SOP) langsung diberlakukan di seluruh jaringan SPPG se-Kota Cirebon.
āSalah satu poin krusial dalam instruksi terbaru pimpinan adalah larangan keras membeli bahan baku yang sudah diproses di luar dapur resmi.
ā”Pengawasan tentu kita perketat. Sesuai arahan pimpinan, seluruh bahan baku wajib diproses langsung di dalam SPPG, tidak boleh lagi membeli bahan baku olahan dari luar. Kami pastikan SOP dijalankan secara maksimal agar kejadian serupa tidak terulang,” tambah Yoga.
āSementara itu, ākepanikan warga saat peristiwa terjadi digambarkan oleh Bustaman (60), kakek dari Yumna Anira Elsan (7), murid kelas 1 SD Kalijaga. Ia menceritakan bagaimana gejala mual dan buang air mendadak menyerang cucunya sejak Selasa (20/10/2026) sore sekitar pukul 15.00 WIB.
ā”Begitu cucu saya mual-mual, kami panik. Pas lihat keluar, ternyata tetangga sebelah rumah yang sekolah di tempat yang sama juga kena gejala serupa. Karena lokasi rumah dekat dengan SD, kami langsung bawa ke RS Siloam,”ujarnya.
āRasa syukurnya membuncah lantaran tim medis bergerak cepat memberikan perawatan intensif sejak dari IGD hingga ruang rawat inap.
ā”Alhamdulillah, penangannya cepat sekali. Malam harinya rasa mualnya sudah hilang total. Sekarang cucu saya sudah sehat dan kami tinggal menunggu dokter memberi izin pulang,” pungkasnya.
