
Musim kemarau tidak selamanya membawa petaka bagi warga Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Justru di musim kemarau saat ini, membawa berkah bagi para nelayan, baik nelayan asal Kabupaten Pangandaran atau pun nelayan Kabupaten Cilacap.
Di musim kemarau tahun 2026 ini, hasil tangkapan nelayan di pantai selatan Pangandaran berlimpah, dari hasil tangkapan tersebut para nelayan meraup keuntungan yang berlipat ganda dari tahun-tahun sebelumnya.
Suasana di tempat pelelangan ikan (TPI) Minasari yang berada di pelabuhan Cikidang Pangandaran. Nampak para nelayan, baik nelayan Pangandaran atau pun Cilacap menjual hasil tangkapannya di TPI Minasari Pangandaran.
Selain itu petugas TPI Minasari pun sibuk melelangkan hasil tangkapan tersebut kepada para pembeli.
Menurut Jeje Wiradinata, Ketua TPI Minasari Pangandaran mengatakan dalam waktu beberapa bulan terakhir ini, hasil tangkapan para nelayan, baik itu berbagai jenis ikan atau pun udang dan kepiting cukup berlimpah.
“Berlimpahnya hasil tangkapan tersebut, otomatis produksi pun berlipat hingga mencapai 3,5 ton per hari,” kata Jeje.
Lebih jauh di sampaikan Bupati Pangandaran periode 2015-2024 bahwa untuk harga harga di TPI Minasari Pangandaran di pastikan sesuai harapan para nelayan.
Salah satunya sambung Jeje, harga udang super mencapai 396 ribu rupiah dan harga ikan mencapai 75 ribu rupiah per kilonya.
Jeje menambahkan, hasil tangkapan dari laut, tidak hanya menutupi kebutuhan pasar di dalam negeri saja, melainkan hasil tangkapan tersebut, sebagian di ekspor ke luar negeri.
Hal tersebut di pastikan di sesuaikan dengan permintaan pasar Asia, untuk ekspor akhir tahun ini TPI Minasari Pangandaran di harapkan tembus ke angka 40 milyar.











